JAKARTA - Pemerintah tengah melakukan pembenahan terhadap penerima beasiswa bidikmisi. Sebab menurutnya, banyak penerima bidikmisi yang tidak seharusnya mendapatkan beasiswa tersebut.
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengatakan, pihaknya pernah mengalami dan mendapati sendiri penerima beasiswa bidikmisi yang tidak tepat sasaran. Pengalaman tersebut dia dapat ketika menjadi Pembantu Rektor di Universitas Diponegoro (Undip).
Ketika itu, ada salah seorang mahasiswa yang mengaku-ngaku sebagai keluarga miskin demi mendapatkan beasiswa bidikmisi dari pemerintah. Bahkan ketika orang tua dari mahasiswa tersebut dipanggil menghadap pihak kampus memakai baju yang biasa saja untuk meyakinkan pihak kampus.
"Tapi ada pengalaman waktu pembantu rektor. Ada orang kaya mengaku miskin. Ke kampus dia pakai kaos. Dan itu diperjuangkan seniornya," ujarnya di Kantor Kemenristekditi, Jakarta, Jumat (15/3/2019).
Baca Juga: Kabar Gembira, Kuota Bidikmisi Ditambah Jadi 130.000 Mahasiswa