JAKARTA - Mendapat kesempatan kuliah gratis di kampus sekelas Universitas Gadjah Mada (UGM) membuat Nadia Atina Solihati senang bukan main. Gadis berhijab ini lolos melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) 2016. Kini, peraih beasiswa bidikmisi itu pun resmi menjadi mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran UGM.
"Saya sangat senang dan bersyukur. Ini impian yang jadi kenyataan bisa kuliah di UGM," tuturnya dinukil dari laman UGM, Minggu (26/6/2016).
Menjadi seorang perawat, kata Nadia, merupakan impiannya sejak dahulu. Hal tersebut dipicu lantaran di daerahnya jumlah tenaga medis masih sedikit.
"Bapak dan ibu pendidik, guru di sini banyak. Namun, tenaga medis sangat sedikit. Padahal, saya melihat mereka sangat dibutuhkan warga di sini," ucapnya.
Alumnus SMAN 1 Banyumas ini adalah anak dari pasangan suami istri Sumarso dan Warsini. Sang ayah hanya bekerja mengandalkan hasil kebun yang tak seberapa. Sedangkan ibunya adalah ibu rumah tangga biasa.
"Sebulan penghasilan bapak Rp500 ribu dari penjualan hasiI kebun seperti kelapa dan cengkeh. Untuk menambah penghasilan, kadang bapak ngojek jika ada tetangga yang membutuhkan," sebutnya.
Dengan kondisi ekonomi yang serba terbatas, Nadia bertekad tidak ingin membebani kedua orangtuanya. Alhasil, sejak sejak kelas X dia sudah mulai menunjukkan prestasi akademis yang baik. Berkat prestasinya itu Nadia bahkan hanya membanyar SPP sebesar 50 persen atau Rp100 ribu per bulan.
"Untuk nilai ya Alhamdullilah selalu di atas rata-rata. Semisal untuk nilai pelajaran kimia dan biologi sembilan, juga untuk nilai-nilai yang lain," ujarnya.
Dara kelahiran 11 Mei 1998 itu juga mengaku, pernah meraih prestasi juara II Karya Ilmiah Remaja (KIR) Provinsi Jawa Tengah. Pada lomba KIR 2014 itu, Nadia bersama tim mengusung karya inovasi pembuatan sirup dari kulit buah manggis. Selain itu, pengagum Nelson Mandela dan Soekarno tersebut juga termasuk siswa yang aktif di sekolahnya, yakni ikut bergabung dalam OSIS.
"Nelson Mandela, kita tahu ia tidak membeda-bedakan, sementara Soekarno jelas karena perannya telah memerdekan bangsa ini," pungkasnya.
(Rifa Nadia Nurfuadah)