"Tujuan dari lomba ini untuk melatih kreativitas siswa dari usia dini, mengajarkan anak untuk melihat peluang, mendidik anak mengenai keluar masuknya uang, melatih jiwa kepemimpinan anak, melatih anak untuk berkomunikasi serta melatih kreativitas promosi," ujar Shinta.
Setiap usaha siswa didanai modal dari pinjaman orangtua masing-masing dengan jumlah maksimal Rp50 ribu. Shinta menyebut, jika perusahaan meraih laba, maka modal akan dikembalikan dan 50 persen dari keuntungan akan disumbangkan ke organisasi Ibu dan Anak.
"Dengan begitu, anak-anak akan berlatih untuk memberi," imbuhnya.
Serunya lagi, orangtua murid juga ikut ambil bagian meramaikan acara Perayaan Kartini di sekolah dengan mengikuti lomba membuat tumpeng.
(Rifa Nadia Nurfuadah)