Kasus terbesar dalam pelaksanaan UN 2015 adalah bocornya naskah soal di internet. Dari hasil verifikasi kala itu, ada 30 buklet dari 11.730 total buklet soal UN yang telah diunggah secara ilegal. Kejadian tersebut lantas membuat Kementerian Pendidikan dan kebudayaan (Kemdikbud) bertindak, yakni dengan berkoordinasi dengan Menkominfo untuk memblokir tautan Google yang berisi naskah soal UN itu. Koordinasi via telefon juga dilakukan dengan Google Inc dalam upaya pemblokiran.
2014
Peredaran bocoran soal dan kunci jawaban sempat terjadi di Karanganyar pada UN 2014. Pelaku yang sebagian besar pengangguran melakukan tipu daya agar calon korbannya tertarik untuk membeli. Mayoritas pelaku memilih beroperasi di lingkungan sekolah. Ironisnya, salah satu pelaku berstatus guru. Ketika menjalankan aksinya, para pelaku selalu menggunakan telefon seluler untuk berkomunikasi satu sama lain. Komunikasi dengan korban juga selalu menggunakan handphone.
2013
Di Surabaya, UN 2013 sempat ternoda dengan beredarnya kunci jawaban menjelang ujian. Kunci jawaban itu beredar pagi sebelum ujian berlangsung. Bahkan, ada juga kunci jawaban yang beredar semalam sebelum ujian dilaksanakan. Selama menempuh UN, bocoran yang paling laku adalah matematika. Selain berupa kunci jawaban per nomor, bocoran juga berbentuk soal UN yang sudah ditandai jawabannya. Jenis ini biasanya beredar satu malam sebelum ujian berlangsung. (ira)
(Muhammad Saifullah )