Beragam Kecurangan UN Terulang Setiap Tahun

Iradhatie Wurinanda, Jurnalis
Minggu 10 April 2016 07:08 WIB
Siswa mengikuti UN. (Foto: Antara)
Share :

JAKARTA - Beredarnya kunci jawaban sudah menjadi masalah klasik yang terus terulang selama ujian nasional (UN). Meski tak semua kunci yang beredar benar, namun hal tersebut memicu tindak kecurangan di kalangan peserta ujian. Bahkan, ketika UN tak jadi syarat kelulusan lagi, masih saja ditemukan kasus-kasus kunci jawaban dan bocoran soal.

Berikut ini ulasan beragam tindakan kecurangan UN yang dirangkum Okezone dari beberapa kasus yang terjadi setiap tahun.

2016

Di Jombang, peserta UN 2016 mendapat pesan berantai mengenai tawaran kunci jawaban ujian nasional. Pesan tersebut beredar beberapa jam sebelum ujian dimulai. Untuk bisa mendapatkan kunci jawaban tersebut, siswa dipatok harga Rp1,5 juta untuk seluruh mata pelajaran.

Tak berhenti di situ, kecurangan juga ditemukan di Deliserdang, Sumatera Utara. Perwakilan berbagai sekolah di Medan dan Deliserdang membeli kunci jawaban UN seharga Rp8 juta untuk semua mata pelajaran pada UN 2016. Oknum yang terlibat dalam penyebaran kunci jawaban UN di Sumut menyebut kunci jawaban dengan kode "vitamin". Oleh sekolah, kunci jawaban UN tersebut disebar ke siswa agar mereka meraih nilai tinggi dalam UN 2016.

Bentuk kecurangan lain adalah pada pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Siswa di Yogyakarta melakukan aksi curang pada UN 2016 dengan memotret dan menyebarkan soal ujian yang sedang dikerjakannya ke chatroom Line. Anggota chatroom tersebut kemudian bersama-sama menyelesaikan soal. Kasus tersebut terkuak setelah salah seorang siswa yang juga menjadi anggota di grup Line tersebut melapor ke Ombudsman.

2015

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya