Sekelumit Kisah Menyapa Negeriku

Afriani Susanti , Jurnalis
Senin 21 Desember 2015 14:05 WIB
Peserta program Menyapa Negeriku. (Foto: dok. Okezone)
Share :

JAKARTA - Bisa mengikuti program #Menyapa Negeriku yang digagas oleh Kementrian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti), memberikan pengalaman berharga bagi para pesertanya. Selain bisa mengetahui berbagai kondisi pendidikan di Indonesia secara langsung, mereka juga bisa berkontribusi nyata bersama para guru Sarjana Mengajar di daerah Terluar, Terdepan, dan Tertinggal (SM3T) di sana.

Salah satu peserta #Menyapa Negeriku yang mendapat kesempatan untuk mengunjungi Kepulauan Anambas di Riau, Ira Rachmawati menyatakan, negara perlu ikut hadir untuk bisa menjadi mesin cetak bagi terciptanya guru-guru yang berkualitas.

"Secara pribadi, SM3T itu hanya solusi perantara. Karena SM3T muncul dengan adanya masalah, bila tidak ada masalah maka tidak akan ada SM3T," ujar Ira saat acara Menyapa Negeriku - 1.000 Cerita dari Ujung Negeri, di Gedung Dikti, Jakarta, Senin(21/12/2015).

Menurut Ira, waktu lima hari yang diberikan padanya untuk bisa mengunjungi Anambas dan melihat dunia pendidikan di Indonesia secara nyata tidaklah cukup. "Mungkin saya butuh lima kali untuk hidup, untuk bisa berkeliling mengunjungi Indonesia," ujar kontributor salah satu stasiun televisi swasta di Jawa Timur itu.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya