Karya Pemuda Inovatif Harus Diproduksi Massal

Antara, Jurnalis
Selasa 17 November 2015 12:27 WIB
Share :

RIAU - Kementerian Pemuda dan Olahraga RI menggelar seleksi Pemuda Inovatif untuk Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di Bintan Kepulauan Riau, Selasa (17/11/2015). Kegiatan ini diikuti oleh 30 pemuda terpilih dari seluruh Indonesia.

Hadir membuka acara mewakili Menpora RI, Staf Khusus Menpora Bidang Kepemudaan, Zainul Munasichin, didampingi Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas Pemuda, Mandir Syafii dan Asisten Deputi Peningkatan Sumberdaya Pemuda, Imam Gunawan.

Dalam sambutannya, Zainul mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, Iptek akan menjadi kunci bagi pemuda Indonesia untuk dapat berbicara di MEA dan juga kompetisi global. "Kalau bicara MEA pasti bicara daya saing, bicara daya saing pastilah bicara kapasitas pengetahuan dan Teknologi, ketiganya ini tak terpisahkan," tegasnya.

Ke depan, menurut Zainul, Kemenpora akan memberikan perhatian lebih kepada pemuda-pemuda inovatif di bidang teknologi. Di struktur Kemenpora yang baru nanti akan ada Asisten Deputi Bidang Iptek.

"Arahnya jelas ya, Menpora itu inginnya karya anak-anak muda seperti ini, tidak hanya berhenti di riset, tapi bagaimana teknologi yang dihasilkan oleh para pemuda ini bisa diproduksi massal untuk menggerakkan kemandirian ekonomi pemuda," terangnya.

Menurut Mandir, seleksi pemuda inovatif ini total diikuti 145 pemuda dari seluruh Indonesia. Kegiatan ini didahului dengan sosialisasi selama enam bulan melalui website kemenpora.go.id dan juga keliling ke sejumlah kota/kabupaten seperti Dharmasraya Sumatera Barat, Mataram NTB dan Kupang NTT untuk mencari pemuda berbakat yang memiliki talenta inovasi IPTEK.

Mandir menjelaskan, dari 30 finalis yang diundang presentasi ke Bintan, ada beberapa teknologi inovasi yang cukup menarik, antara lain alat pendeteksi kesuburan tanah karya Hadi Winata, pemuda dari Muara Enim Sumatera Selatan, lalu prototipe pesawat amfibi dengan inovasi sayap berbentuk "M" karya Rahman Hakim, pemuda dari Semarang.

Ada juga teknologi pengolahan Getah Pepaya karya Yongki Pranada dkk, dari Jember serta Krim Penyembuh Luka Diabetes karya Wekson Bagariang dari Bogor. "30 pemuda tersebut, sudah kita nilai proposalnya paling bagus dan layak untuk dikembangkan. Nanti dari 30 finalis kita pilih lima yang terbaik" jelas Mandir.

Kabid Iptek, Gajah Surya menuturkan kepada lima peserta terbaik akan diberikan dana pembinaan pengembangan teknologi masing-masing Rp20 juta. Sementara 25 finalis yang lain masing-masing Rp10 juta.

(Muhammad Saifullah )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya