Kuliah Gratis di Jerman

Rifa Nadia Nurfuadah, Jurnalis
Kamis 25 Juni 2015 09:03 WIB
Pemerintah Jerman menggratiskan biaya kuliah bagi mahasiswa domestik maupun pelajar internasional. (Foto: QS Top Universities)
Share :

JAKARTA - Setiap tahun, Jerman diminati jutaan pelajar internasional. Seperti halnya Prancis, biaya kuliah di negerinya Tim Panser ini cenderung murah.

Jerman juga memiliki perguruan-perguruan tinggi bereputasi dunia. Pada QS World University Rankings 2014/2015 setidaknya tiga perguruan tinggi masuk dalam 100 besar kampus dunia. Ruprecht-Karls-Universität Heidelberg ada di peringkat ke-49, diikuti oleh Ludwig-Maximilians-Universität München (peringkat 52=) dan Technische Universität München (peringkat 54).

Biaya kuliah

Sejak musim gugur tahun lalu, Jerman menggratiskan uang kuliah bagi mahasiswa lokal maupun mahasiswa asing. Meski demikian, setiap semester mahasiswa masih harus membayar biaya administrasi, bantuan mahasiswa, dan biaya lain yang tidak dapat dihindari. Pos ini biasanya tidak lebih dari 250 euro atau sekira Rp3,74 juta. Demikian dilansir QS Top Universities, Kamis (25/6/2015).

Hal yang perlu diperhatikan mahasiswa S-2 di Jerman adalah beberapa perguruan tinggi memungut biaya kuliah. Tetapi, umumnya biaya ini dibebankan kepada mahasiswa yang tidak menjalani kuliah S-1, dalam bidang yang relevan dengan bidang studi S-2 di Jerman, dalam dua tahun terakhir. Mereka yang masuk dalam kelompok ini harus membayar 10 ribu euro (Rp149,5 juta) per semester. Sedangkan para sarjana dari perguruan tinggi Jerman dalam bidang studi yang sesuai dengan kajian S-2-nya membayar uang kuliah yang lebih murah.

Visa pelajar

Kamu harus mendaftar visa pelajar untuk kuliah di Jerman minimal tiga bulan sebelum keberangkatan. Persyaratan yang perlu disiapkan adalah:

- Bukti penerimaan mahasiswa dari perguruan tinggi;

- Paspor yang masih valid;

- Surat kesehatan terakhir; dan

- Bukti kemampuan finansial selama setahun pertama, yaitu sekita 659 euro (Rp9,85) per bulan.

Kamu bisa juga membuat visa pelajar ini meski belum diterima sebagai mahasiswa di Jerman. Visa yang berlaku selama tiga bulan tersebut bisa kamu manfaatkan untuk mencari tahu kampus mana saja yang bisa menjadi tujuan studimu, langsung di negara asalnya.

Asyiknya, pemegang visa pelajar di Jerman boleh bekerja paruh waktu. Lumayan, kan, untuk menambah uang jajan? Tetapi, masa kerjamu dibatasi hanya 90 hari kerja penuh atau 180 setengah hari selama setahun.

Selain visa, kamu perlu juga mempersiapkan izin tinggal. Persyaratannya sama dengan yang diperlukan untuk membuat visa. Kamu juga perlu menyiapkan bukti kecakapan berbahasa asing seperti TOEFL atau IELTS. Jika mengambil perkuliahan dalam Bahasa Jerman, maka kamu harus melampirkan sertifikat TestDaf atau nilai DSH.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya