SOLO - Pelaksanaan Seleksi Bersama Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN 2015) ternyata tidak bersih dari kecurangan. Setelah seorang joki tertangkap tangan di Makassar, Panlok 44 di Universitas Sebelas Maret (UNS) juga menangkap joki yang sedang beraksi.
Ironisnya, joki berinisial MY (20) ini masih tercatat sebagai mahasiswa semester IV program D3 Akutansi di salah satu perguruan tinggi negeri (PTN) ternama di Kota Yogyakarta. MY tertangkap saat tengah mengerjakan ujian SBMPTN untuk peserta berinisial TP (18).
Rektor UNS Ravik Karsidi mengatakan, tertangkapnya kedua orang ini berkat kecurigaan dari pengawas ujian SBMPTN. Pasalnya, setelah setengah jam ujian tulis berlangsung untuk jam kedua di Fakultas MIPA UNS, keduanya ini selalu bergantian izin pergi ke toilet.
"Sesuai prosedur, jika ada yang izin ke kamar mandi harus didampingi. Dan ini lebih dari tiga kali sehingga panitia curiga," jelas Ravik kepada wartawan seusai meninjau pelaksanaan SBMPTN 2015 di UNS, Selasa (9/6/2015).