"Kami berharap tingkat kesulitan dan kemudahan soal SBMPTN menjadi penyemangat bagi peserta ujian untuk bisa menyelesaikan ujian. Minimal 90 persen mereka bisa menjawab semua soal," katanya.
Sekjen Kemenristek Dikti Ainun Naim mengatakan, tes SBMPTN tidak selalu memberikan hasil yang memuaskan dan merugikan bagi peserta. Dia mengambil contoh, di sebuah universitas yang melaksanakan SBMPTN, tidak mungkin 100 persen peserta lolos semua. Sebaliknya, tidak patut juga jika hasil tes SBMPTN di universitas lain tidak bagus semua.
"Ujian kan tidak harus bagus semua, kalau nilainya nol semua juga tidak bagus. Karena itu, bagaimana tes yang dikerjakan peserta SBMPTN bisa dilakukan sebaik-baiknya sehingga mendapatkan hasil yang maksimal dan mengisi kuota yang ada," kata Naim. (msr)
(Rifa Nadia Nurfuadah)