JAKARTA - Ternyata, belajar menggunakan bantuan video lebih efektif ketimbang hanya tatap muka. Hal ini dirasakan betul oleh sebagian besar mahasiswa Unika Atma Jaya, Jakarta.
Di kampus, mereka enggak cuma belajar di kelas, tetapi juga di mana saja dengan melihat video materi kuliah yang dibuat khusus oleh universitas. Ketua Studio Teknologi Pendidikan Perpustakaan Unika Atma Jaya, Fransina Mairuhu, menyatakan mahasiswa lebih memahami 95 persen materi kuliah yang diberikan melalui video ketimbang hanya dengan tatap muka.
"Dan mereka juga lebih cepat lulus juga," kata Fransina kepada Okezone di Unika Atma Jaya, Jakarta, Rabu (1/4/2015).
Menurut Fransina, studio ini telah menghasilkan tujuh video modul pembelajaran. Dua video di antaranya adalah materi Analisis Data Kualitatif (ADK) dan Focus Group Discussion (FGD). Selain itu, ada juga sejumlah pesanan video modul kuliah dari beberapa perguruan tinggi.
Materi yang dipakai dalam video modul pembelajaran didapat dari dosen-dosen di bidangnya. Kemudian, orang-orang di studio bertugas untuk membuat konsep film sesuai materi tersebut.
Unika Atma Jaya memiliki tiga studio. Pertama, studio untuk bahan pembelajaran tempat produksi modul berbentuk audiovisual tersebut. Kedua, studio pelatihan Broadcasting. Dan ketiga, studio untuk praktik fotografi.
"Mahasiswa juga bisa aktif di Studio Teknologi Pendidikan ini," imbuh Fransina.
Fransina menyebut, mahasiswa yang ingin bergabung menjadi bagian dari studio tersebut harus memiliki skill di bidang kamera. Mahasiswa tidak boleh buta kamera dan sudah memahami proses pengeditan.
"Karena ini bukan pelatihan, tapi kerja. Jadi kami tidak akan mengajari mereka lagi," ujar Fransina.
(Rifa Nadia Nurfuadah)