JAKARTA – Mahasiswa yang aktif berorganisasi dikenal sebagai mahasiswa kura-kura, alias kuliah rapat-kuliah rapat. Pasalnya, usai kuliah, umumnya para mahasiswa aktivis tersebut sibuk dengan berbagai rapat.
Nah, bagi mahasiswa kura-kura, perbedaan pendapat bukanlah sesuatu yang asing. Rapat organisasi sering diwarnai perselisihan atau bahkan bentrok antaranggotanya. Namun, mahasiswa yang sudah terbiasa dengan hal tersebut akan lebih mudah dan memahami bagaimana menghadapi kondisi serupa di masa depan, misalnya saat bekerja.
Hal ini diakui oleh salah seorang mahasiswa Universitas Trisakti, Tommy Kusuma. Menurut Tommy, dia sering mengalami perbedaan pendapat antaranggota organisasi ketika mengikuti rapat. Bahkan, perselisihan itu berlanjut menjadi pertengkaran dalam satu kepengurusan.
"Ya tapi itu jadi bagian pembelajaran manajemen konflik, gimana cara kita bisa tahu karakter orang. Oh, orang ini enggak suka begini; ya, kita jangan begini. Jadi lebih tahu batas," kata Tommy ketika berbincang dengan Okezone, belum lama ini.
Tak hanya itu, menurut mahasiswa teknik tingkat akhir ini, dengan menjadi mahasiswa kura-kura, maka kita dapat lebih meningkatkan softskill. Hal ini tentunya sangat membantu ketika kita memasuki dunia kerja.
"Kalo bisa sih aktiflah. Karena nanti pada saat kerja, kita kan harus berhadapan dengan orang lain. Kalau terbiasa jadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang–kuliah pulang - red), nantinya dia bakal kagok ketemu orang lain," imbuhnya.
Pengalaman serupa juga dialami mahasiswi Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida) Suryani. Cewek yang mengambil jurusan Akuntansi ini sudah terbiasa dengan perselisihan pendapat antaranggota organisasi saat rapat.
"Nah, di situ kita bisa belajar untuk enggak bentrok dan saling memahami walaupun memang berat. Terkadang suka debat atau marah, tapi kita dituntut untuk dapat mengendalikan emosi," ujarnya.
Bagi Suryani, aktif di organisasi membantunya mendapat pelajaran yang tidak diberikan dosen pada jam perkuliahan.
"Misalnya kita ikut rapat, event atau kepanitiaan. Kita dapat banyak pengalaman buat meng-upgrade diri kita sendiri, banyaklah pokoknya," kata Suryani.
(Rifa Nadia Nurfuadah)