JAKARTA - Mobil berbahan bakar etanol yang diberi nama Basudewo Urban Etanol (BUE) menjadi bukti kecintaan para mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya pada bidang otomotif ramah lingkungan. ITS juga merupakan salah satu kampus yang ditunjuk untuk mengembangkan mobil listrik nasional.
Mobil BUE lahir dari tangan tujuh mahasiswa D-3 Jurusan Teknik Mesin ITS. Mereka adalah Kreshna Dyaksatama Maulana Santoso, Abdul Kadir Zuhri, Prastika Dwi Agustin, Abdillah Gigih Bimantoro, Muhamad Hanifudin, Zenni Mukhammad Shodiq, dan Hendrik Saputro.
Kreshna, selaku manajer tim, mengatakan semua bagian mobil merupakan hasil karya tim sendiri. "Pembuatannya terinspirasi dari tetesan air dan kereta api cepat Maglev karena pertimbangan biaya dan kemudahan dalam proses pembuatan," ungkap Kreshna, seperti dikutip dari ITS Online, Selasa (4/11/2014).
Dia menjelaskan, desain rangka BUE menggunakan hollow aluminium yang berukuran tebal 1 milimeter (mm), panjang 5 sentimeter (cm), dan lebar 2 cm. Sementara badan mobil berukuran panjang 2.300 mm.
"Lapisan tubuh mobil selebar 700 mm dan tinggi rangka 1.000 mm. Semuanya terbuat dari fiber dan allumunium custom," paparnya.
Dengan bimbingan dari Joko Sarsetiyanto, Kreshna, dan kawan-kawan mulai bekerja sejak awal Januari 2014. Pertengahan Oktober lalu, mobil berwarna putih ini turut meramaikan ajang kompetisi Indonesia Energy Marathon Challenge (IEMC) 2014 yang digelar di Sirkuit Kenjeran Surabaya.
Meski hanya sampai meraih posisi juara harapan I kategori urban, Kreshna tetap optimistis dengan kelanjutan mobil tersebut. Bersama rekan-rekannya, dia juga mulai mencari pihak industri untuk memproduksi mobil tersebut.
"Dengan rasio kompresi mobil 1:12 dan penggunaan busi platinum, mobil ini layak bersaing dengan mobil lainnya. Saat ini kami sedang melobi pihak sponsor untuk mempertimbangkan ide mobil buatan kami," tutur mahasiswa angkatan 2012 itu.
(Rifa Nadia Nurfuadah)