Beda Bahasa, tapi Kompak Menari

Rifa Nadia Nurfuadah, Jurnalis
Sabtu 27 November 2010 22:25 WIB
Ilustrasi
Share :

TOLIKARA – Cuaca di distrik Karubaga, kabupaten Tolikara, provinsi Papua, siang ini cukup cerah setelah diguyur hujan lebat sepanjang pagi. Cerahnya cuaca pun mempengaruhi mood para peserta VI Asian Pasific Astronomy Olympiad (APAO) dalam mengikuti upacara pembukaan olimpiade dwi tahunan tersebut, Sabtu (27/11/20100.

Hal itu terlihat ketika paduan suara menyanyikan lagu Sikuliga di sela-sela acara. Mulanya, tim Tolikara ikut bersenandung lagu yang dibawakan dalam bahasa ibu mereka. Panitia pun mempersilakan mereka untuk menari mengikuti lagu yang berirama cukup siang tersebut.

Tim beranggotakan delapan orang siswa sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) tersebut lantas menari dalam langkah-langkah ringan di depan Gubernur Papua, Barnabas Suebu, dan para tamu undangan lainnya.

Mereka maju beberapa langkah, kemudian mundur dengan jumlah langkah yang sama. Hal itu dilakukan berulang-ulang dengan berbagai variasi langkah. Pembawa acara kemudian menantang para peserta dari negara lain untuk bergabung dengan tim Tolikara. Tim dari seluruh negara, dan bahkan beberapa orang panitia, pun akhrinya larut dalam keceriaan dengan menari bersama, meski mereka melangkah terbata-bata.

Dalam bahasa Toikara, Sikuliga berarti adik perempuan. Lagu ini merupakan lagu cinta tentang seorang pria yang sangat mencintai seorang wanita. "Pria tersebut menawarkan keabadian cintanya untuk si wanita, meski mungkin wanita itu tidak berjodoh dengannya," ujar Wendy, penduduk asli Tolikara kepada okezone, Sabtu (27/11/2010). Usai menari, upacara pembukaan APAO 2010 pun diteruskan. (mbs)

 

(M Budi Santosa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya