JAKARTA – Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Indonesia (UI) mengembangkan inovasi teknologi desain chip untuk meningkatkan keamanan paspor elektronik (e-paspor). Inovasi tersebut menjadi bagian dari kompetisi PERURI Chip Hackathon 2026 yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Dalam babak final pitching yang digelar pada hari kedua PERURI Digital Summit 2026, Kamis (22/10), di Taman Kota PERURI, Jakarta, tiga tim finalis mempresentasikan hasil pengembangan desain chip di hadapan dewan juri, manajemen PERURI, serta peserta dan tamu undangan.
Tiga tim yang berhasil mencapai babak final yakni Casa Tubagus dan iSeeDesignITB dari Institut Teknologi Bandung serta Digilarp dari Universitas Indonesia. Masing-masing tim menawarkan pendekatan teknologi berbeda, mulai dari keamanan identitas digital, kecerdasan artifisial, hingga perlindungan data pada chip.
Berdasarkan hasil penilaian, tim Casa Tubagus dari ITB meraih juara pertama melalui inovasi desain chip keamanan yang memanfaatkan sidik jari fisik unik pada setiap chip sebagai identitas. Teknologi ini dirancang untuk mencegah pemalsuan dan penggandaan chip, khususnya pada paspor elektronik.
Sementara itu, juara kedua diraih tim iSeeDesignITB dari ITB. Mereka mengembangkan desain chip berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk membantu robot bergerak lebih cerdas, aman, dan efisien, terutama ketika beroperasi di lingkungan yang sama dengan manusia.
Adapun juara ketiga diraih tim Digilarp dari Universitas Indonesia melalui inovasi desain keamanan chip untuk melindungi kunci enkripsi dan data sensitif pada paspor elektronik dari upaya peretasan melalui serangan fisik.
Ketiga inovasi tersebut merupakan hasil kompetisi yang diikuti 98 tim pendaftar dengan total 338 mahasiswa dari 41 perguruan tinggi di Indonesia. Setelah melalui proses seleksi dan kurasi, lima tim terbaik terpilih untuk mengikuti bootcamp intensif pada 18–20 Oktober 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Dari lima tim tersebut, tiga di antaranya kemudian melaju ke babak final.
Sejak tahap awal, peserta ditantang mengembangkan inovasi desain chip dengan memilih satu dari empat bidang teknologi, yaitu Secure Identity & Security Element Chip, Hardware Cryptography Accelerator, AI/Edge Accelerator, dan Secure Communication.
Keempat bidang tersebut menjadi dasar bagi mahasiswa untuk menyusun proposal dan mengembangkan solusi teknologi yang menjawab berbagai kebutuhan, mulai dari keamanan dan identitas digital hingga kecerdasan artifisial serta komunikasi yang aman.
Direktur Digital Business PERURI Edwin Purwandesi mengatakan, pengembangan talenta muda menjadi salah satu langkah penting untuk mendukung kemandirian teknologi semikonduktor nasional.
“Sejalan dengan arahan Presiden terkait kemandirian teknologi semikonduktor, PERURI berupaya mempersiapkan talenta nasional melalui PERURI Chip Hackathon. Kami berharap inisiatif ini dapat terus dikembangkan agar dalam dua hingga lima tahun ke depan, Indonesia memiliki talenta yang semakin siap dan berpengalaman di bidang teknologi semikonduktor,” ujar Edwin.
Melalui kompetisi ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan ruang untuk mengembangkan gagasan, tetapi juga kesempatan menguji pendekatan teknologi melalui proses seleksi, pembinaan, dan presentasi di hadapan praktisi industri.
Kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya inovator baru di bidang semikonduktor sekaligus memperkuat kemampuan Indonesia dalam mengembangkan teknologi chip dalam negeri untuk mendukung kedaulatan digital.
(Khafid Mardiyansyah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik