Advertisement
Advertisement

Profil dan Pendidikan Slamet Uliandi, Penangkap Ferdy Sambo yang Jadi Tersangka Penyadapan

Djanti Virantika , Jurnalis-Sabtu, 07 November 2026 |10:39 WIB
Profil dan Pendidikan Slamet Uliandi, Penangkap Ferdy Sambo yang Jadi Tersangka Penyadapan
Slamet Uliandi. (Foto: Diktikpolri)
A
A
A

NAMA Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Slamet Uliandi kembali menjadi sorotan publik. Perwira tinggi Polri yang dikenal dengan julukan Kapten Jack tersebut resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pihak lainnya.

Penetapan Slamet Uliandi sebagai tersangka diumumkan oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri pada Kamis, 5 November 2026. Sebelumnya, Slamet berstatus sebagai saksi dalam perkara tersebut.

Profil Irjen Slamet Uliandi, Jenderal Bintang Dua yang Jadi Tersangka Penyadapan Prabowo

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol Suhermanto menjelaskan bahwa peningkatan status hukum Slamet dilakukan setelah penyidik menggelar perkara dan menemukan dugaan unsur perbuatan melawan hukum.

Kasus ini membuat perjalanan karier Slamet Uliandi kembali menjadi perhatian. Pasalnya, ia pernah dikenal luas ketika mendapat tugas menjemput mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo dalam penanganan kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J pada 2022.

Lantas, siapa sebenarnya Slamet Uliandi? Bagaimana riwayat pendidikan dan perjalanan kariernya di kepolisian?

1. Profil Slamet Uliandi

Slamet Uliandi merupakan perwira tinggi Polri yang memiliki pengalaman panjang di bidang reserse, penanganan tindak pidana siber, serta pengembangan teknologi informasi kepolisian. Ia lahir di Jakarta pada 15 Juli 1971 dan merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1994.

Di lingkungan kepolisian, Slamet dikenal dengan julukan Kapten Jack. Namanya mulai banyak dikenal masyarakat ketika terlibat dalam penanganan kasus Ferdy Sambo yang menjadi salah satu perkara kriminal paling menyita perhatian publik pada 2022.

Sebelum terseret dalam kasus dugaan penyadapan, Slamet pernah menduduki sejumlah jabatan strategis, termasuk Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri dan Kepala Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (Kadiv TIK) Polri.

2. Riwayat Pendidikan Slamet Uliandi

Dalam sejumlah pemberitaan mengenai profilnya, pendidikan formal kepolisian Slamet Uliandi tercatat sebagai lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1994. Setelah menyelesaikan pendidikan di Akpol, ia memulai pengabdian sebagai perwira pertama Polri dengan pangkat Inspektur Dua (Ipda).

Perjalanan pendidikannya di Akpol menjadi bekal awal dalam menjalankan tugas kepolisian. Utamanya di bidang reserse dan penegakan hukum.

 

3. Perjalanan Karier Slamet Uliandi di Kepolisian

Slamet Uliandi memiliki perjalanan karier cukup panjang di lingkungan Polri. Sebagian besar pengalamannya berkaitan dengan fungsi reserse, operasional kepolisian, dan teknologi informasi.

Pada awal perjalanan kariernya, ia pernah bertugas sebagai Perwira Menengah Pusat Pendidikan Reserse Kriminal Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri. Selanjutnya, Slamet mendapatkan sejumlah penugasan di Bareskrim Polri.

Dia pernah mengemban jabatan sebagai Perwira Menengah Pusdik Reskrim Lemdiklat Polri. Kemudian, berlanjut menjadi Ps. Kepala Bagian Monitoring Robinopsnal Bareskrim Polri.

Lalu, Uliandi menjadi Kepala Biro Pembinaan Operasional Bareskrim Polri pada 2019. Dia juga menjadi Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri pada 2020.

Berlanjut, Uliandi menjabat sebagai Kepala Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi Polri pada 2021 hingga 2026. Terakhir, jabatannya sebagai Perwira Tinggi Bareskrim Polri dengan penugasan di luar struktur pada Oktober 2026. Pengalaman tersebut membuat Slamet cukup lama berkecimpung dalam penanganan perkara kriminal dan pengembangan teknologi kepolisian.

4. Sosok Kapten Jack yang Menjemput Ferdy Sambo

Nama Slamet Uliandi mulai dikenal luas oleh masyarakat ketika kasus pembunuhan Brigadir J mencuat pada 2022. Saat itu, Ferdy Sambo masih menjabat sebagai Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri. Ia kemudian menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan terhadap ajudannya, Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Dalam perkembangan penyidikan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membentuk tim khusus untuk mengusut perkara tersebut. Slamet Uliandi menjadi salah satu perwira yang mendapatkan tugas penting dalam penanganan kasus itu.

Ia dipercaya untuk memimpin penjemputan Ferdy Sambo guna dibawa ke Markas Komando Brigade Mobil (Mako Brimob) Kelapa Dua, Depok, untuk menjalani penempatan khusus. Penjemputan tersebut menjadi salah satu momen penting dalam rangkaian pengungkapan kasus pembunuhan Brigadir J.

Sejak saat itu, nama Slamet Uliandi semakin dikenal publik. Dia bahkan dapat julukan Kapten Jack semakin melekat pada dirinya.

(Djanti Virantika)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement