JAKARTA – Lima siswa SMPK PENABUR Jakarta berhasil meraih medali dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Salah satu di antaranya, Nathanael Zefanya, meraih medali emas sekaligus penghargaan The Best Overall pada bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
OSN 2026 jenjang SMP berlangsung secara daring pada 25–31 Agustus 2026 dan diikuti 345 peserta. Dalam kompetisi tersebut, para siswa beradu kemampuan di bidang sains, matematika, dan ilmu pengetahuan sosial.
Dari lima siswa yang meraih medali, tiga berasal dari SMPK 4 PENABUR, yakni Nathanael Zefanya yang meraih emas bidang IPA, Nathanael Brandon Liem yang memperoleh perunggu bidang Matematika, serta Joshua Theodore Lie yang meraih perunggu bidang IPA.
Dua medali perunggu lainnya diraih Firdy Gunawan dari SMPK PENABUR Gading Serpong pada bidang Matematika dan Jovan Faith Palaska Perangin-angin dari SMPK PENABUR Depok pada bidang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
Persiapan dan Tantangan Mengikuti OSN
Nathanael Zefanya mengaku telah menyukai pelajaran IPA sejak duduk di kelas VI sekolah dasar. Ketertarikan tersebut kemudian ia kembangkan melalui latihan dan persiapan yang lebih intensif ketika memasuki kelas VII.
Dalam menghadapi OSN 2026, Nathanael memanfaatkan berbagai sumber belajar, mulai dari buku elektronik atau E-Lib, buku saku IPA, hingga pelatihan yang difasilitasi sekolah.
Meski telah mempersiapkan diri, ia mengaku menghadapi sejumlah tantangan saat mengerjakan soal kompetisi. Keterbatasan waktu dan materi yang belum dipelajari menjadi beberapa kendala yang harus dihadapinya.
“Selama pengerjaan, saya merasa waktunya sangat terbatas, lalu ada soal yang belum saya pelajari, salah satunya rumus gelombang harmonik. Namun, puji Tuhan pada akhirnya saya berhasil mendapatkan hasil yang terbaik. Saya sangat puas!” ujar Nathanael.
Menurutnya, pengalaman mengikuti OSN tidak hanya memberikan hasil berupa medali, tetapi juga memperluas pengetahuan dan wawasan di bidang sains.
“Ilmu dan wawasan saya semakin bertambah setelah mengikuti OSN 2026,” tuturnya.
Setelah meraih prestasi di tingkat SMP, Nathanael berencana melanjutkan persiapannya untuk mengikuti OSN bidang Fisika pada jenjang SMA. Ia juga berpesan kepada siswa lain agar tidak mudah menyerah dalam mempersiapkan diri menghadapi kompetisi akademik.
“Saya juga mau berpesan kepada teman-teman yang ingin ikut OSN SMP tahun berikutnya untuk terus tekun belajar, jangan pernah berhenti berjuang, dan semangat terus meraih impian kalian. Kamu pasti bisa!” katanya.
Peran Latihan dalam Kompetisi Akademik
Prestasi yang diraih kelima siswa tersebut menunjukkan pentingnya persiapan, konsistensi belajar, dan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan akademik melalui kompetisi.
Dukungan sekolah juga menjadi salah satu faktor dalam proses persiapan siswa, termasuk melalui pelatihan dan penyediaan sumber belajar. Meski demikian, pengalaman Nathanael memperlihatkan bahwa kompetisi seperti OSN tetap menghadirkan tantangan, baik dalam penguasaan materi maupun pengelolaan waktu.
Bagi siswa, keikutsertaan dalam olimpiade sains dapat menjadi kesempatan untuk menguji pemahaman, mengenali materi yang perlu dipelajari lebih lanjut, serta membangun ketekunan dalam menghadapi persoalan.
Pengalaman tersebut sekaligus menjadi bekal untuk melanjutkan pembelajaran pada jenjang pendidikan berikutnya, terutama bagi siswa yang ingin mendalami bidang sains dan matematika.
(Khafid Mardiyansyah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik