“Diharapkan pemerintah desa bisa mengadakan bimtek terkait website Desa Warungmenteng, dan semoga tahun depan diusahakan ada mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia yang KKN di sini lagi agar bisa mengembangkan website yang sudah dibangun,” ujar Afifi.
Bagi mahasiswa KKN, pembuatan website tersebut menjadi bagian dari pengalaman belajar di luar kampus. Selain menjalankan program pengabdian, mahasiswa berhadapan langsung dengan kebutuhan masyarakat dan mencoba menerjemahkannya ke dalam sebuah program yang dapat digunakan di tingkat desa.
Program digitalisasi tersebut juga menunjukkan bahwa kegiatan KKN tidak hanya berkaitan dengan aktivitas sosial di masyarakat, tetapi dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki.
Website yang telah dibuat selanjutnya diserahkan untuk dimanfaatkan oleh Pemerintah Desa Warungmenteng. Pengelolaan dan pengembangan website menjadi bagian berikutnya agar media digital tersebut tetap dapat digunakan setelah program KKN berakhir.
(Khafid Mardiyansyah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik