Ketua Tim Ekspedisi Patriot Universitas Brawijaya, Bambang Susilo, mengatakan keterlibatan masyarakat dalam pekerjaan tersebut menjadi bagian penting dalam pendampingan yang dilakukan tim di kawasan transmigrasi.
“Kerja keras gotong royong memperbaiki infrastruktur jembatan, jalan, dan infrastruktur lainnya demi lancarnya program itu memberikan semangat luar biasa kepada kami, Tim Ekspedisi Patriot,” ujar Bambang.
Bagi masyarakat, perbaikan akses tersebut tidak hanya berkaitan dengan mobilitas sehari-hari. Jalur menuju rumah pengering juga berkaitan dengan aktivitas petani kopi di kawasan Rano.
Ketua Gapoktan Kopi Alam Rano, Solikhin, mengatakan kondisi akses yang lebih baik akan memudahkan warga membawa hasil panen menuju lokasi pengeringan.
“Jalan dan jembatan ini urat nadi kita bersama, terutama buat para petani kopi. Kalau aksesnya bagus dan aman, mobilitas warga jadi lancar dan pengangkutan hasil panen menuju tempat pengeringan juga jauh lebih mudah,” kata Solikhin.