Menurut dia, siswa juga perlu memiliki kemampuan berpikir kritis, memahami perbedaan perspektif, berkomunikasi, berkolaborasi, beradaptasi, serta menggunakan kompetensinya secara bertanggung jawab.
“Global adalah kemampuan untuk memahami perspektif yang berbeda, berkomunikasi dan bekerja dengan berbagai orang, serta memiliki kompetensi yang relevan di mana pun mereka berada,” ujarnya.
Meski demikian, wawasan global tersebut harus berjalan seiring dengan penguatan karakter dan identitas. Anak perlu memiliki kesempatan untuk mengenal dunia secara luas, tetapi tetap memahami nilai-nilai yang diyakini serta tanggung jawabnya terhadap lingkungan dan masyarakat.
Keterhubungan Batam dengan pusat ekonomi regional dinilai dapat menjadi peluang bagi generasi muda untuk berkembang. Namun, pendidikan juga diharapkan tidak membentuk pola pikir bahwa kesuksesan hanya dapat diraih dengan meninggalkan daerah asal.
“Kami berharap suatu hari ada lulusan SDH Global Batam yang melanjutkan pendidikan dan berkarier di berbagai kota dan negara. Tetapi kami juga berharap ada yang memilih kembali, membangun usaha, menciptakan lapangan kerja, mengembangkan teknologi, menjadi pendidik, atau berkontribusi membawa Batam dan Indonesia semakin maju,” katanya.