Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jakarta Terapkan PJJ ke Semua Sekolah Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Minggu, 06 September 2026 |16:50 WIB
Jakarta Terapkan PJJ ke Semua Sekolah Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau
Jakarta Terapkan PJJ ke Semua Sekolah Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau (Foto: Instagram)
A
A
A

JAKARTA — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) mulai Senin, 7 September 2026, sampai pemberitahuan lebih lanjut.

"PJJ berlaku bagi sekolah PAUD, SKB/PKBM, SLB, SD, SMP, SMA, SMK negeri dan swasta yang berada di Jakarta," demikian dilansir dari laman Instagram DKI Jakarta.

Kebijakan tersebut merupakan langkah antisipatif untuk melindungi anak-anak dari paparan abu vulkanik. Kesehatan anak menjadi prioritas karena mereka termasuk kelompok rentan.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau perkembangan erupsi Gunung Api Anak Krakatau. Diketahui, sebaran abu vulkanik dari erupsi tersebut telah terpantau di Ibu Kota.

"Saat ini, abu vulkanik Anak Krakatau telah menyebar ke beberapa wilayah di Indonesia, termasuk di antaranya di Jakarta. Karena arah sebaran abu sangat dipengaruhi oleh kondisi angin," kata Pramono.

Protokol 5M

Ia mengimbau warga Jakarta untuk tetap tenang dan waspada terhadap dampak sebaran abu vulkanik tersebut. Jika wilayahnya telah terdampak abu vulkanik, Pramono meminta masyarakat menerapkan protokol 5M.

"Memakai masker atau perlindungan diri, terutama saat berada di luar ruangan. Menutup pintu, jendela, serta sumber air agar tidak terkontaminasi dengan abu vulkanik," ucap dia.

Ketiga, warga diimbau untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, khususnya apabila abu cukup pekat. Selain itu, warga diminta membersihkan abu dengan membasahinya terlebih dahulu agar partikel tidak kembali beterbangan.

Terakhir, masyarakat diminta memantau informasi resmi terkait perkembangan erupsi dan sebaran abu vulkanik.

"Kami meminta warga Jakarta untuk memantau informasi dari kanal resmi pemerintah pusat, BMKG, Badan Geologi Kementerian ESDM, BPBD, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dengan baik," tuturnya.

Sementara itu, warga yang mengalami gejala penyakit pernapasan atau gangguan penglihatan yang memburuk diminta segera mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat.

"Tetap waspada, lindungi diri dan keluarga. Mari bersama-sama jaga Jakarta dengan menjaga diri kita sendiri-sendiri dari abu vulkanik," ujarnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement