Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Profil dan Pendidikan Ayyoub Bouaddi, Pesepakbola dan Si Jenius Matematika Seharga Rp 2 Triliun

Djanti Virantika , Jurnalis-Kamis, 27 Agustus 2026 |16:39 WIB
Profil dan Pendidikan Ayyoub Bouaddi, Pesepakbola dan Si Jenius Matematika Seharga Rp 2 Triliun
Profil dan riwayat pendidikan Ayyoub Bouaddi. (Foto: Manchester City)
A
A
A

PROFIL dan pendidikan Ayyoub Bouaddi menarik diulas. Pasalnya, pesepakbola ini juga jenius dalam dunia matematika.

Karier Ayyoub Bouaddi pun berjalan manis di dunia sepakbola. Terbukti, dia kini punya nilai transfer yang tinggi, yakni mencapai Rp2 triliun.

Ayyoub Bouaddi

Ya, Ayyoub Bouaddi tengah menjadi sorotan setelah gelandang muda asal Prancis-Maroko itu resmi bergabung dengan Manchester City dari Lille. Pada usia baru 18 tahun, Bouaddi didatangkan dengan nilai transfer yang dilaporkan mencapai €100 juta atau sekitar Rp2 triliun. Nilai tersebut terdiri dari €95 juta biaya awal dan hingga €5 juta dalam bonus.

Namun, bukan hanya kemampuan Bouaddi di lapangan yang menarik perhatian. Pemain yang berposisi sebagai gelandang ini juga dikenal memiliki prestasi akademik yang menonjol dan masih menempuh pendidikan matematika di tengah kariernya sebagai pesepakbola profesional.

1. Siapa Ayyoub Bouaddi?

Ayyoub Bouaddi lahir di Senlis, Prancis, pada 2 Oktober 2007 dan tumbuh besar di Creil, wilayah Oise. Ia berasal dari keluarga Maroko dan memiliki kewarganegaraan Prancis-Maroko.

Bouaddi mulai bermain sepakbola sejak kecil bersama AFC Creil. Bakatnya kemudian menarik perhatian Lille hingga ia bergabung dengan akademi klub tersebut pada 2021.

Perkembangannya berlangsung sangat cepat. Ia menandatangani kontrak profesional pertamanya bersama Lille pada 2023 dan tidak lama kemudian mendapat kesempatan tampil di tim utama.

2. Debut Profesional di Usia 16 Tahun

Bouaddi melakukan debut bersama Lille pada Oktober 2023 ketika usianya baru 16 tahun tiga hari. Ia tampil dalam pertandingan kompetisi Eropa menghadapi KÍ Klaksvík.

Debut tersebut membuatnya tercatat sebagai salah satu pemain termuda yang tampil dalam kompetisi antarklub Eropa. Ia juga menjadi pemain termuda yang pernah tampil dalam pertandingan resmi Lille.

Setahun kemudian, tepat pada ulang tahunnya yang ke-17, Bouaddi tampil sebagai starter ketika Lille menghadapi Real Madrid di Liga Champions. Lille secara mengejutkan memenangkan pertandingan tersebut 1-0.

Ayyoub Bouaddi

3. Pintar Matematika

Di luar lapangan, Bouaddi memiliki ketertarikan kuat terhadap matematika dan sains. Menurut laporan The Guardian, Bouaddi menyelesaikan ujian sekolahnya setahun lebih cepat dan kini menjalani pendidikan untuk memperoleh gelar matematika secara jarak jauh. Ia juga dikenal gemar bermain catur.

Mantan kepala rekrutmen akademi Lille, Mathieu Frison, menggambarkan Bouaddi sebagai pemain yang sangat cepat memahami sesuatu. Ia bahkan membandingkannya dengan komputer karena mampu menerima instruksi dan segera menerapkannya di lapangan.

Kebiasaan belajar tersebut tidak berhenti setelah Bouaddi menjadi pemain profesional. Saat rekan-rekannya menghabiskan waktu dengan bermain gim atau menonton video, Bouaddi disebut tetap menggunakan waktunya untuk belajar matematika, fisika, dan sains.

Prestasi akademik Bouaddi sudah terlihat sejak usia sekolah. Ia disebut menyelesaikan baccalauréat, ujian nasional Prancis, lebih awal dengan hasil yang sangat baik sebelum melanjutkan pendidikan matematika. Menariknya, pendidikan tersebut tetap ia jalani ketika karier sepak bolanya semakin berkembang.

Hal ini membuat Bouaddi memiliki profil yang cukup unik, seorang pemain sepakbola profesional yang harus menjalani latihan dan pertandingan tingkat tinggi, tetapi tetap mempertahankan pendidikan akademiknya.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement