TANGERANG SELATAN — Transformasi digital pendidikan tidak cukup hanya dengan menyediakan perangkat teknologi di sekolah, tetapi perlu diikuti dengan peningkatan kompetensi guru dalam mengintegrasikan teknologi secara pedagogis.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, tim kolaborasi Universitas Pamulang (UNPAM) dan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Penguatan Kompetensi Guru SMA dalam Pengembangan Media Pembelajaran Digital dengan Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) melalui Pemanfaatan Smartboard di Kota Tangerang Selatan.” Kegiatan dilaksanakan bersama guru-guru SMAS 1926 Kota Tangerang Selatan sebagai mitra program.
Rangkaian kegiatan pengabdian dilaksanakan secara bertahap pada 24 April, 11 Mei, 15 Mei, dan 26 Juni 2026. Pelaksanaan secara bertahap dirancang agar program tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh pemahaman, melakukan praktik, menerapkan teknologi, serta mendapatkan pendampingan dan evaluasi. Pola tersebut diharapkan dapat membangun kompetensi guru secara berkelanjutan dalam mengembangkan pembelajaran digital sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik.
Tim pelaksana kegiatan terdiri atas Purwati Yuni Rahayu, S.Pd., M.Pd.;Heri Haerudin, S.Kom., M.Kom.; Kusworo, S.Pd., M.Pd.; Pradipa Taruni Niwasika; dan Dzaki Nurhadi. Kolaborasi UNPAM dan UNJ memadukan kompetensi dalam bidang pendidikan, teknologi informasi, pengembangan media, dan pembelajaran digital. Sinergi tersebut menjadikan kegiatan pendampingan tidak hanya berorientasi pada keterampilan teknis penggunaan perangkat, tetapi juga pada kemampuan pedagogis guru dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pengalaman belajar peserta didik.
Dalam pelaksanaannya, guru memperoleh penguatan mengenai pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang menekankan pembelajaran berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful). Ketiga prinsip tersebut diterjemahkan ke dalam desain media yang memfasilitasi pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Guru diajak mengubah paradigma bahwa media digital bukan sekadar sarana penyajian materi yang menarik secara visual, tetapi perlu dirancang untuk mendorong aktivitas belajar yang kontekstual, interaktif, kolaboratif, reflektif, dan mampu menstimulasi kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik.