Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Profil dan Pendiri Sekolah Harapan Ibu yang Bantah Soal Temuan 995 Senjata

Djanti Virantika , Jurnalis-Senin, 10 Agustus 2026 |13:15 WIB
Profil dan Pendiri Sekolah Harapan Ibu yang Bantah Soal Temuan 995 Senjata
Berikut profil Sekolah Harapan Ibu. (Foto: Istimewa)
A
A
A

3. Keterkaitan dengan Adam Malik

aDAM mALIK

Nama Adam Malik menjadi salah satu bagian penting dalam sejarah Yayasan Harapan Ibu. Adam Malik dikenal sebagai Wakil Presiden ketiga Republik Indonesia yang menjabat pada 1978 hingga 1983. Menurut keterangan yang disampaikan Yan, Adam Malik turut memberikan arahan mengenai pemanfaatan tanah di Pondok Pinang ketika yayasan mulai dirintis.

Keluarga Adam Malik juga memiliki keterkaitan dengan aset yang digunakan yayasan. Dalam perkara yang pernah diajukan ke pengadilan, Otto Malik, putra Adam Malik, menyebut dirinya sebagai salah satu pendiri awal sekaligus menyatakan bahwa keluarganya mewakafkan tanah untuk kegiatan pendidikan yayasan.

Saat ini, kompleks sekolah tersebut menaungi sejumlah jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini hingga SMA. Seluruh jenjang pendidikan yang disebut dalam profil yayasan memiliki akreditasi A.

4. Bantah Temuan Senjata Berkaitan dengan Kegiatan Sekolah

Cerita Awal Berdirinya Yayasan Sekolah Harapan Ibu, Tempat Ditemukannya Ratusan Senpi

Temuan 995 senjata kemudian memunculkan berbagai versi mengenai keberadaan barang tersebut. Pihak Yayasan Harapan Ibu membantah bahwa sekolah pernah memiliki kegiatan ekstrakurikuler menembak.

Kuasa hukum yayasan, Hermawanto, menyatakan informasi tersebut diperoleh dari guru-guru senior dan menegaskan tidak pernah ada ekstrakurikuler menembak di sekolah.

Di sisi lain, pihak mantan ketua yayasan memberikan keterangan berbeda. Alhadid Endar Putra, yang merupakan Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin sekaligus pengacara Indra Wargadalem, menyebut 995 airgun tersebut merupakan barang legal milik perusahaannya yang disiapkan untuk kebutuhan kegiatan menembak dan panahan.

Kepolisian sendiri belum menyimpulkan seluruh persoalan tersebut. Polres Metro Jakarta Selatan masih melakukan penyelidikan terkait temuan senjata dan barang lainnya.

Temuan senjata bermula ketika pihak yayasan membuka sebuah ruangan yang sebelumnya disebut digunakan oleh mantan Ketua Yayasan Indra Wargadalem. Pada 10 Juli 2026, ruangan tersebut dibuka dan ditemukan ratusan senjata. Pihak yayasan kemudian melaporkan temuan tersebut kepada kepolisian. Pada 5 Agustus 2026, polisi bersama pihak yayasan kembali membuka dua ruangan lainnya.

Dari proses tersebut, tercatat 995 pucuk senjata beserta amunisi dan sejumlah barang lain. Polisi masih mendalami asal-usul, status kepemilikan, serta legalitas barang-barang yang ditemukan.

(Djanti Virantika)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement