JAKARTA – Tim Ekspedisi Patriot Universitas Padjadjaran (TEP Unpad) memulai rangkaian penelitian di kawasan transmigrasi Bomberay–Tomage, Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Melalui pendekatan lintas disiplin, tim akan memetakan potensi daerah, mengidentifikasi berbagai tantangan pembangunan, sekaligus menyusun rekomendasi berbasis riset untuk mendukung pengembangan kawasan secara berkelanjutan.
Kegiatan yang dimulai pada Rabu (5/8) ini merupakan bagian dari program kolaborasi antara Kementerian Transmigrasi dan Universitas Padjadjaran dalam memperkuat pembangunan kawasan transmigrasi melalui kajian ilmiah serta pemberdayaan masyarakat.
Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, menyambut kedatangan tim dan berharap hasil penelitian yang dilakukan dapat memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah.
"Kami menyambut baik kehadiran Tim Ekspedisi Patriot Universitas Padjadjaran di Kabupaten Fakfak, khususnya dalam melaksanakan tugas di kawasan Bomberay–Tomage. Kami berharap kehadiran anggota tim dapat memberikan kontribusi nyata dalam melihat dan mengidentifikasi berbagai potensi maupun persoalan yang ada di lapangan," ujarnya saat menerima rombongan dalam apel bersama di Kantor Bupati Fakfak.
Menurut Samaun, Kabupaten Fakfak memiliki modal besar untuk berkembang, baik dari sisi sumber daya alam maupun keberagaman sosial dan budaya. Selain dikenal sebagai Kota Pala, wilayah tersebut juga memiliki sejarah panjang sebagai salah satu pusat awal penyebaran Islam dan Katolik di Papua yang hingga kini mencerminkan kehidupan masyarakat yang harmonis.
Ia menambahkan, kawasan Bomberay–Tomage memiliki prospek pengembangan yang menjanjikan. Aktivitas transportasi, keberadaan industri pupuk, serta potensi sektor pertanian dan sumber daya alam dinilai menjadi peluang yang dapat dikembangkan melalui perencanaan yang terintegrasi.
Dari sisi keamanan, Pemerintah Kabupaten Fakfak memastikan kondisi wilayah relatif kondusif dengan dukungan aparat TNI dan Polri sehingga kegiatan penelitian dapat berlangsung dengan aman.
Setelah mengikuti apel bersama, perwakilan TEP Unpad menghadiri rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Fakfak yang membahas koordinasi teknis pelaksanaan program di kawasan transmigrasi Bomberay–Tomage dan Weri–Saharey.
Selanjutnya, tim menempuh perjalanan darat sekitar tujuh jam menuju Distrik Bomberay, lokasi utama pelaksanaan ekspedisi. Kedatangan mereka disambut Kepala Distrik Bomberay, Kepala Distrik Tomage, Kepala Dinas Transmigrasi Kabupaten Fakfak, para kepala kampung, serta unsur aparat keamanan.
Selama berada di lapangan, tim riset Unpad akan melakukan observasi, pemetaan potensi wilayah, identifikasi persoalan masyarakat, hingga berdialog dengan pemerintah daerah, warga, dan para pemangku kepentingan. Data yang terkumpul akan menjadi dasar penyusunan rekomendasi pembangunan yang disesuaikan dengan kebutuhan kawasan transmigrasi.
TEP Unpad sendiri merupakan bagian dari program strategis Kementerian Transmigrasi yang melibatkan perguruan tinggi untuk mengirimkan akademisi, peneliti, dan mahasiswa ke berbagai kawasan transmigrasi di Indonesia. Melalui pendekatan ilmiah, program ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi yang mendukung pembangunan wilayah secara berkelanjutan.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik