
Komitmen Puspadaya dalam mewujudkan Sekolah Ramah Anak tidak hanya terbatas pada penguatan kapasitas tenaga pendidik dan pendampingan psikologis, tetapi juga mencakup bantuan hukum jika diperlukan.
“Puspadaya memiliki dua layanan utama, yaitu psikologis dan hukum. Jika penanganan psikologis sudah cukup, proses berhenti di situ. Namun, jika korban merasa ada hal yang dirugikan dan ingin berkonsultasi secara hukum, kami akan mendampingi sampai tuntas,” tegas Amy.
Ke depan, Puspadaya juga berencana memperluas penguatan kapasitas tenaga pendidik melalui berbagai program, salah satunya pelatihan active listener (pendengar aktif). Active listener merupakan kemampuan mendengarkan anak secara empatik sebuah kompetensi yang tidak dimiliki semua orang.
“Program Puspadaya cukup beragam. Bagi mahasiswa, kami memiliki pelatihan Active Listener untuk mencetak lebih banyak orang yang ahli mendengarkan. Ternyata mendengarkan dengan empati itu butuh keahlian khusus dan tidak semua orang bisa, apalagi di tengah tingginya distraksi teknologi saat ini,” tutur Amy.
Selain itu, pendekatan pola pengasuhan (parenting) juga dinilai penting dalam menghadapi beragam karakter anak. Alhasil, pendidikan karakter dapat diterapkan secara optimal.
"Kami juga bekerja sama dengan ibu-ibu PKK terkait parenting untuk menciptakan suasana aman. Lingkungan aman tidak hanya dibangun di sekolah, tetapi juga di rumah, karena keduanya saling berdampak besar bagi tumbuh kembang anak,” pungkas dia.
(Djanti Virantika)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik