Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pendidikan Vokasi Dinilai Jadi Kunci Cetak Tenaga Kerja Siap Industri

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Sabtu, 13 Juni 2026 |08:25 WIB
Pendidikan Vokasi Dinilai Jadi Kunci Cetak Tenaga Kerja Siap Industri
Pendidikan Vokasi Dinilai Jadi Kunci Cetak Tenaga Kerja Siap Industri (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Kesenjangan antara kebutuhan industri dan kompetensi lulusan pendidikan masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Untuk menjawab persoalan tersebut, perusahaan instrumentasi global Endress+Hauser menggelar Education Forum 2026 di The Westin Jakarta sebagai upaya memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri.

Forum yang berlangsung pada 11 Juni 2026 itu mempertemukan pelaku industri, institusi pendidikan, hingga mitra strategis guna membahas pengembangan pendidikan vokasi ganda (dual vocational education) yang dinilai mampu menghasilkan sumber daya manusia yang lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja masa depan.

Presiden Direktur Endress+Hauser Indonesia sekaligus Corporate Sales Director Endress+Hauser Group Services, Dr. Henry Chia, mengatakan keberhasilan teknologi tidak hanya ditentukan oleh kecanggihannya, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang mampu mengoperasikannya.

“Hal terpenting bukanlah seberapa canggih teknologi yang kita hasilkan, melainkan bagaimana teknologi tersebut dapat dimanfaatkan oleh manusia sehingga memberikan manfaat nyata bagi pelanggan,” ujar Henry.

Kerjasma Industri dan Lembaga Pendidikan

Menurutnya, kolaborasi antara industri dan lembaga pendidikan menjadi faktor penting dalam menciptakan tenaga kerja yang relevan dengan kebutuhan pasar. Ia mengungkapkan bahwa dalam lima tahun terakhir bisnis Endress+Hauser di Indonesia tumbuh hingga 40 persen, disertai peningkatan kesempatan kerja sebesar 4 persen dan kenaikan jumlah peserta magang sebesar 10 persen.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement