Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lea, Wisudawati Cantik Raih Magister Terbaik ITB karena Rawat Sejarah Melalui Riset

Rani Hardjanti , Jurnalis-Senin, 12 Januari 2026 |14:15 WIB
Lea, Wisudawati Cantik Raih Magister Terbaik ITB karena Rawat Sejarah Melalui Riset
Lea, Wisudawati Cantik Raih Magister Terbaik ITB karena Rawat Sejarah Melalui Riset. (Foto: ITB)
A
A
A

Lea kemudian menelusuri asal-usul kampung-kampung di kota-kota Pulau Jawa yang umumnya berkembang dari kawasan sungai menuju permukiman. 

Sungai, menurutnya, merupakan aspek penting yang menghubungkan wilayah pesisir dengan daratan. Dari penelusuran tersebut, ia menemukan Kampung Sewu di Solo sebagai objek penelitian yang menarik perhatiannya.

“Ada kampung yang diapit oleh Bengawan Solo, dan sungai yang menghubungkannya bernama Kali Pepe. Dulunya terdapat kedua sungai yang menghubungkan kota Solo dengan major port di Pulau Jawa. Dari situ akhirnya saya memulai tesis itu,” katanya.

Prototipe Penelitian Kampung Sewu 

Pada masa lalu, kampung ini merupakan salah satu bandar penting yang menghubungkan wilayah dalam Kota Solo dengan kawasan di sekitar sungai, lengkap dengan jembatan sebagai penghubung. Namun, seiring berubahnya moda transportasi, fungsi bandar pun perlahan memudar.

Dari sejarah dan budaya yang begitu banyak dari kampung tersebut, ia menilai banyak kampung-kampung di Indonesia memiliki kekayaan nilai dan keunikannya sendiri. 

Melalui penelitiannya, Lea berupaya menemukan formula yang dapat diaplikasikan pada kampung-kampung lain agar nilai sejarah, budaya, dan identitas lokal tetap terjaga.

Setelah menyelesaikan studi magisternya, Lea berencana kembali berkecimpung di dunia profesional. Menurutnya, pengalaman praktik akan selalu membuka kemungkinan panggilan akademik berikutnya di masa depan.

(Rani Hardjanti)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement