Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ilmuwan Harvard University Temukan Fosil Predator Raksasa, Ini Penampakannya

Wahyu Sibarani , Jurnalis-Senin, 18 September 2023 |11:42 WIB
Ilmuwan Harvard University Temukan Fosil Predator Raksasa, Ini Penampakannya
Fosil predator sebelum era dinosaurus ditemukan (Foto: Science Alert)
A
A
A

JAKARTA - Ilmuwan Harvard University menemukan fosil dari predator raksasa yang diyakini mendominasi Bumi pada 40 juta tahun yang lalu. Fosil tersebut diyakini merupakan fosil dari era sebelum dinosaurus.

Padahal, dinosaurus hingga kini diyakini sebagai predator prasejarah yang paling menakutkan. Nama fosil itu adalah Pampaphoneus biccai yang ditemukan di Brasil.

Dari fosil berusia 265 juta tahun itu, diyakini predator raksasa itu merupakan pemakan daging terbesar yang ada di masanya. Predator tersebut berkeliaran di hutan untuk mencari mangsa.

"Binatang ini memiliki tampilan yang menyeramkan dan akan langsung menimbulkan ketakutan pada setiap makhluk yang bertemu," kata Stephanie Pierce, ahli paleontologi dari Harvard University, dilansir dari Science Alert, Senin (18/9/2023).

Dia mengatakan penemuan fosil predator raksasa itu akan berperan untuk memberikan gambaran struktur komunitas ekosistem darat. Terutama sebelum terjadinya kepunahan massal terbesar sepanjang masa.

"Penemuan spektakuler yang menunjukkan pentingnya catatan fosil Brasil secara global," tegasnya.

Disebutkan Popsci, fosil predator raksasa dari zaman Permian tengah itu berupa tengkorak lengkap dan beberapa tulang rangka seperti tulang rusuk dan lengan. Spesimen ini merupakan genus Pampaphoneus kedua yang ditemukan di Amerika Selatan, meskipun spesimen serupa lainnya telah terlihat di Rusia.

Temuan fosil itu menarik karena ukuran tengkoraknya memiliki panjang 15 inci. Temuan itu jadi temuan tengkorak terbesar yang pernah ditemukan utuh.

Diyakini pada masa jayanya Pampaphoneus biccai memiliki berat ukuran sapi dewasa. Predator itu juga memiliki pancai mencapai sekitar sembilan kaki. Kombinasi itu membuatnya jadi predator era Permian yang menakutkan.

Pampaphoneus termasuk dalam kelompok dinocephalian, yang dalam bahasa Yunani berarti “kepala yang mengerikan”. Keluarga besar hewan ini adalah terapisida non-mamalia pertama yang dideskripsikan secara ilmiah.

Sebagian besar mereka punah sebelum peristiwa kepunahan massal Capitanian yang mendahului kepunahan Permian.

Sementara Felipe Pinheiro dari Paleontology Laboratory at the Federal University of Pampa (UNIPAMPA) mengatakan temuan fosil itu menegaskan pentingnya wilayah Amerika Selatan seperti Brasil untuk penelitian selanjutnya. Terutama penelitian mengenai masa Permian.

“Dari fosil diketahui hewan itu memiliki gigi taring yang besar dan tajam yang disesuaikan untuk menangkap mangsa. Bentuk gigi dan tengkoraknya menunjukkan bahwa gigitannya cukup kuat untuk mengunyah tulang, seperti hyena zaman modern,” katanya.

Beberapa hewan yang dimangsa oleh Pampaphoneus biccai itu di antaranya adalah Rastodon bergading dan amfibi raksasa Konzhukovia. "Namun masih banyak yang harus dipelajari tentang therapsida yang menakutkan ini, dan kehidupannya sebelum peristiwa kepunahan terbesar dalam sejarah planet ini," tegas Popsci.

(Marieska Harya Virdhani)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement