Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Merawat Alam Semesta dan Kearifan Lokal Bagian dari Melestarikan Budaya

Richard Ariyanto , Jurnalis-Rabu, 06 September 2023 |09:06 WIB
Merawat Alam Semesta dan Kearifan Lokal Bagian dari Melestarikan Budaya
Melestarikan budaya dengan merawat alam semesta dan kearifan lokal (Foto: Richard Ariyanto)
A
A
A

 

JAKARTA - Salah satu bentuk dari melestarikan budaya adalah dengan menjaga alam semesta. Tanah Air Indonesia memiliki kekayaan alam dan budaya yang penting untuk dirawat sebagai generasi anak cucu.

Dalam Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) dengan tema Merawat Bumi, Merawat Kebudayaan memiliki makna bahwa berkesenian dan berkebudayaan yang dilakukan yang tetap berakar pada nilai-nilai budaya serta kearifan lokal. Hal itu sebuah refleksi dari visi kita tentang bagaimana budaya dan alam bisa dan harus berjalan beriringan. 

 BACA JUGA:

"Ketika kita berbicara tentang merawat budaya, kita juga bicara tentang etos dan nilai yang mengajarkan kita untuk merawat bumi sebagai satu-satunya rumah kita,” tutur Direktur Jenderal Kebudayaan (Dirjenbud), Kemendikbudristek, Hilmar Farid, di Jakarta, dikutip Rabu (6/9/2023). 

Misi tersebut untuk mengingatkan masyarakat bahwa kebudayaan turut berperan dalam dalam menciptakan masa depan bumi yang berkelanjutan. Dalam keanekaragaman budaya kita, terdapat solusi dan inovasi lokal yang bisa kita aplikasikan untuk menjaga keberlanjutan lingkungan. 

BACA JUGA:

Mengenal Sejarah Perjanjian Bongaya, Kaya Budaya di Jalur Rempah 

Ketua Dewan Kurator PKN 2023, Ade Darmawan menjelaskan filosofi lumbung.yang diangkat dalam ajang PKN 2023. Menurut Ade, seperti halnya lumbung yang dikenal dalam budaya dan keseharian masyarakat Indonesia, aspek lumbung yang menjadi dasar metode aksi PKN 2023 ini juga mengakar pada nilai lumbung sebagai ruang penyimpanan, domestik dan urun rembuk, serta elemen sosialnya.

“Perwujudan lumbung yang digagas oleh para dewan kurator menggambarkan bahwa PKN akan menjadi suatu wadah kolektif dari rangkaian kegiatan yang dirancang, diselenggarakan, dan melibatkan para pelaku seni dan kebudayaan maupun masyarakat umum. Praktik baik lumbung dalam konteks ini adalah upaya dalam mendukung pemajuan budaya secara kolektif dan kolaboratif secara luas,” kata Ade. 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement