Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Situasi Keamanan Masih Buruk, Makanan Mahasiswa Indonesia di Sudan Menipis

Muhammad Fadli Rizal , Jurnalis-Jum'at, 21 April 2023 |08:55 WIB
Situasi Keamanan Masih Buruk, Makanan Mahasiswa Indonesia di Sudan Menipis
PPI Sudan (Antara)
A
A
A

 

SUDAN - Persatuan Pelajar Indonesia Sudan (PPI Sudan) mengungkap mahasiswa Indonesia turut terjebak pertempuran militer di Sudan. Mereka kini harus mengurung diri dan makan makanan seadanya.

"Mahasiswa Indonesia di International University of Africa (IUA) mengonsumsi menu seadanya, bahkan relatif dianggap kurang dari cukup untuk berbuka puasa," ujar PPI Sudan dikutip Antara.

PPI Sudan mengatakan logistik yang disimpan PPI Sudan dan tim relawan semakin menipis. Stok di sejumlah supermarket juga juga disebutkan semakin kurang. PPI Sudan mengimbau seluruh pelajar Indonesia di Sudan untuk terus berkomunikasi dengan pihaknya.

"Dalam hal ini, PPI Sudan akan terus berkoordinasi dengan KBRI Khartoum dan pihak-pihak terkait untuk menjaga kemaslahatan bersama," kata PPI.

 BACA JUGA:

PPI Sudan, Ikatan Mahasiswa Indonesia International University of Africa (IMI IUA), dan sejumlah aktivis mahasiswa membentuk tim relawan untuk membantu kebutuhan pokok dan mendesak seluruh pelajar Indonesia di Sudan. Pada waktu bersamaan, tim relawan juga langsung mendata persebaran tempat tinggal seluruh pelajar Indonesia.

Hingga kini, menurut keterangan tersebut, ada sekitar 838 pelajar Indonesia di Sudan yang sudah terdata.

Sejak hari pertama perang, seluruh mahasiswi IUA (tidak hanya pelajar Indonesia) disebutkan menjalani evakuasi di Aula Muktamarot di kawasan Rektorat IUA dalam upaya untuk menjaga keselamatan seluruh mahasiswi IUA.

PPI Sudan)mengatakan seluruh pelajar Indonesia di Sudan dalam keadaan selamat. Kini mereka terjebak di tengah situasi perang antara militer Sudan (SAF) dan paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (RSF).

"Tidak benar bahwa ada satu pelajar Indonesia di Sudan yang tewas terkena tembakan.

PPI mengungkapkan bahwa hingga saat ini suara tembakan masih terus terdengar meski intensitasnya berangsur berkurang.

"Harapannya, kondisi ini menunjukkan tanda de-eskalasi (penurunan) intensitas serangan antara kedua belah pihak," katanya perhimpunan tersebut.

Meski ada tanda-tanda penurunan intensitas serangan, kata PPI Sudan, seluruh pelajar Indonesia tidak dibenarkan untuk bebas keluar rumah atau tempat tinggal sewaktu-waktu.

Apabila ada yang memiliki keperluan mendesak keluar rumah, PPI Sudan mengimbau mereka untuk keluar rumah mulai pukul 12.00 sampai 17.30 waktu setempat.

( Muhammad Fadli Rizal)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement