JAKARTA - Abu Ali Muhammad Al-Hasan atau Al-Haitsam merupakan seorang ilmuwan muslim yang semasa hidupnya mempelajari berbagai ilmu seperti astronomi, matematika, fisika, kedokteran dan lainnya. Selain itu ia juga mempelajari penglihatan dan cahaya serta menghasilkan banyak teori dalam bidang tersebut.
Kegemarannya belajar membuat Al-Haitsam menjadi ilmuwan yang dikenal oleh masyarakat. Setelah mendapatkan ilmu di kota kelahirannya, Basra, Irak, ia kemudian melanjutkan pendidikannya ke Baghdad, Irak.
Kecedasarn Al-Haitsam membuatnya dikenal luas oleh masyarakat sebagai cendekiawan sains. Bahkan, salah seorang penguasa di Mesir mengundang Al-Haitsam ke Mesir dengan harapan ia bisa mendapatkan manfaat dari aliran sungai Nil. Namun kurangnya peralatan dan teknologi menjadikan penelitian ini gagal.
Tapi hal ini tidak mematahkan semangat Al-Haitsam. Ia memanfaatkan waktunya di Mesir untuk mempelajari ilmu astronomi, geometri, kedokteran dan fisika oleh para ahli di Mesir. Di bidang fisika, Al-Haitsam mempelajari dan mendalami ilmu optik sehingga ia berhasil menemukan banyak penemuan dan teori di bidang tersebut.
Penemuan Al-Haitsam yang diyakini sampai saat ini adalah mengenai penglihatan. Sebelumnya para ilmuwan berpendapat bahwa seseorang bisa melihat benda karena mata kita bisa mengeluarkan cahaya ke benda tersebut. Namun pendapat ini dibantah oleh Al-Haitsam. Al-Haitsam berkata bahwa “Jika mata mengeluarkan cahaya untuk melihat sesuatu benda maka dunia ini akan penuh cahaya ketika manusia melihat bintang.”Oleh karena itu, Al-Haitsam berpendapat bahwa manusia bisa melihat karena cahaya tersebut yang masuk ke mata kita.
Follow Berita Okezone di Google News