Share

Sejarah Penemuan Bunga Bangkai Rafflesia Arnoldii, Tumbuhan yang Bersifat Unik

Zseztar Juvendhitama, Okezone · Sabtu 18 Maret 2023 07:19 WIB
https: img.okezone.com content 2023 03 17 624 2782980 sejarah-penemuan-bunga-bangkai-rafflesia-arnoldii-tumbuhan-yang-bersifat-unik-F4lAjo5hJZ.jpg Bunga Rafflesia Arnoldii/YouTube

JAKARTA - Bunga Rafflesia Arnoldii adalah salah satu tumbuhan bersifat unik dan juga disebut menjadi tanaman yang mengandung misteri untuk ilmu tumbuh-tumbuhan.

Bunga Rafflesia Arnoldii sangat istimewa, sebab jenis ini hanya berbentuk bunga mekar atau kuncup, tak ada akar, daun dan batang yang biasanya ada pada tumbuhan bunga lainnya.

Raffles terekam menemukan salah satu jenis dari bunga bangkai pada tahun 1818. Tetapi, jenis bunga bangkai yang Raffles temui bernama Rafflesia Arnodii.

Awalnya, seorang peneliti dan ahli bedah asal Prancis, Louis Auguste Deschamps, lebih dulu meneliti dan menyelidiki flora di Hindia Belanda tahun 1791-1794.

Di dalam buku The East India Company and the Natural World, Deschamps awal-awal menemukan jenis bunga bangkai yang diketahui bernama rafflesia patma.

Tetapi, saat hendak pulang ke Belanda tahun 1798, kapalnya disergap oleh militer Inggris. Sementara itu, semua penemuan dan dokumennya itu dirampas tahun 1803 dan tidak diberitahukan ke publik sampai tahun 1954 sehabis dipajang di Natural History Museum, London, Inggris.

Follow Berita Okezone di Google News

Sedangkan, Rafflesia Arnoldii ditemukan oleh Raffles dan seorang temannya, Joseph Arnold di Bengkulu mendeteksi bunga bangkainya bersama dengan seorang temannya pada Juni 1818. Jadi, penyebutan jenis bunga itu adalah campuran dari nama mereka.

Sehabis petualangan tersebut, Arnold terjangkit malaria hingga meninggal dunia. Pada tahun 1819, deskripsi, sampel dan ilustrasi bunga itu dibawa ke London oleh Thomas Horsfield, ilmuwan yang bermukim di Jawa, dan diberikan ke Joseph Banks.

Di tahun yang sama, penyebutan Rafflesia Arnoldii baru dianugerahkan oleh Robert Robert dan terbit di The Transaction of the Linnean Society tahun 1821. Kemudian, spesimen yang diawetkan menjadi koleksi di British Museum.

1
2
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini