Share

Menkeu Sebut 14 Perguruan Tinggi Dibangun dari Dana Pinjaman Saudi dan Bank Pembangunan Islam

Avirista Midaada, Okezone · Senin 23 Januari 2023 13:05 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 23 65 2751328 menkeu-sebut-14-perguruan-tinggi-dibangun-dari-dana-pinjaman-saudi-dan-bank-pembangunan-islam-WwokkCVbyv.jpg Menkeu Sri Mulyani sebut 14 perguruan tinggi dibangun dari dana pinjaman Saudi dan Bank Pembangunan Islam/Avirista Midaada

KOTA BATU - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengakui ada beberapa perguruan tinggi yang dibangun dari dana pinjaman.

Dana pinjaman itu baik dari Islamic Development Bank maupun Saudi Fund Development, yang salah satunya dialokasikan pada pembangunan kampus III UIN Malang di Kota Batu.

Sri Mulyani berujar, dana pendidikan merupakan bagian dari investasi masa depan yang wajib dipenuhi oleh setiap negara, termasuk Indonesia.

Selain instrumen dari APBN, pembayaran pembangunan juga bisa dialokasikan melalui dana pinjaman dari luar negeri yang diberikan ke pemerintah Indonesia.

"Salah satu instrumen yang penting adalah instrumen pembiayaan kreatif, tadi disampaikan surat berharga syariah negara itu utang namanya syariah tetap utang, artinya kita bayar kembali," ucap Sri Mulyani Indrawati saat berada di Kota Batu, pada Minggu (22/1/2023).

Menurutnya, Indonesia dengan bonus demografi penduduknya berpotensi untuk menjadi negara maju.

Follow Berita Okezone di Google News

Syaratnya melakukan investasi di bidang pendidikan agar masa tua generasi muda bisa lebih enak.

"Jadi investasi dan kembangunan memang tidak boleh ditunda, dan instrumen APBN adalah instrumen yang sangat penting," ungkapnya.

Saat ini sendiri setidaknya ada 11 pembangunan proyek perguruan tinggi keagamaan negeri yang dibangun dari dana pinjaman Islamic Development Bank senilai Rp7,3 Triliun, meliputi UIN Alauddin, UIN Sunan Gunung Jati Cirebon, UIN Raden Patah Palembang, UIN Wali Songo Semarang, UIN Mataram, UIN Sunan Ampel Surabaya, IAIN Nasional Raden Intan Lampung, IAIN Sultan Thaha Jambi, IAIN Antasari Banjarmasin, IAIN Imam Bonjol Padang, dan IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

"Itu kita bangun dengan uang negara memang dipinjami dulu, tapi kita bayar pakai uang negara. Total pinjaman kita dari Islamic Development Bank sebesar 7,3 triliunan untuk pinjaman sekarang, yang masih aktif 2,75 triliun yang tidak aktif sudah kita bayar kembali," bebernya.

Sementara dari dana pinjaman Saudi Fund Development, pemerintah mengalokasikannya dengan membangun tiga proyek yakni kampus III UIN Malang, kampus UIN Jakarta, dan rumah sakit Universitas Bengkulu.

Total ada Rp2,7 triliun yang dialokasikan untuk membangun beberapa fasilitas pendidikan itu.

"Dari Saudi Fund Development pembangunan kampus III UIN malang kita juga, melakukan pembayaran melalui Saudi Fund Development berbagai Perguruan tinggi di Indonesia nilainya 2,7 triliun. Jadi tadi kalau dari Bank Islami Dunia 7,2 T, yang aktif 2,75 T, untuk Saudi 2,7 T," bebernya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini