Share

Sebanyak 199 Kampus Dibangun Pakai APBN, Menkeu: Pembangunan Tidak Boleh Ditunda

Avirista Midaada, Okezone · Senin 23 Januari 2023 12:54 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 23 65 2751321 sebanyak-199-kampus-dibangun-pakai-apbn-menkeu-pembangunan-tidak-boleh-ditunda-q0Cd6uNWJJ.jpg Pembangunan ratusan kampus akan menggunakan APBN/Avirista Midaada

KOTA BATU - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memaparkan ada sebanyak 199 proyek perguruan tinggi yang dibangun dengan APBN.

Pembangunan infrastruktur proyek perguruan tinggi ini dibangun melalui surat berharga syariah negara berbasis proyek atau Project Based Sukuk dalam rentang waktu antara tahun 2015 hingga 2023.

"Ini membangun berbagi proyek perguruan tinggi di dalam negeri di Indonesia dari 2015-2023 ada 199 proyek. Ini adalah Perguruan tinggi keagamaan negeri," kata Sri Mulyani saat peletakan batu pertama pembangunan kampus III UIN Malang di Kota Batu, pada Minggu (22/1/2023).

Selain itu ada senilai Rp 9,6 Triliun pembangunan proyek kampus di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yang nominal itu lebih besar dibandingkan dana pinjaman dari Islamic Development Bank maupun Saudi Fund Development.

"Kalau Islamic itu dari 2003. Jadi jauh lebih banyak, saya mohon bukan untuk umum, tapi ini bagian, pendidikan dan komunikasi. Artinya jangan kita, tidak mensyukuri instrumen yang kita miliki sendiri," kata dia.

Menurutnya, dana-dana itu berasal dari pajak yang dibayar masyarakat, termasuk anggaran dari bea cukai yang didapat dan dikelola oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Follow Berita Okezone di Google News

"Kita kumpulkan untuk membangun berbagai kebutuhan bangsa negara kita. Ini salah satu yang akan terus kita dilakukan kami di Kemenkeu, sebagai bendahara negara akan terus melakukan tugas kita menjaga keuangan negara, menjadi instrumen yang diandalkan untuk pembangunan," jelasnya.

Sri menegaskan, pembangunan merupakan investasi dan tidak boleh menunggu sampai Indonesia menjadi negara maju dahulu.

Maka untuk mewujudkannya segala instrumen harus dimanfaatkan oleh pemerintah untuk mendorong percepatan pembangunan untuk investasi jangka panjang.

"Kalau negara ini ingin menjadi negara yang terus maju, adil, makmur bermartabat, dalam hal ini maka pembangunan harus diselenggarakan, tidak boleh ditunda. Tidak ada pembangunan menunggu sampai negaranya kaya karena tidak akan kaya kalau tidak ada pembangunan, jadi ini seperti telur dan ayam," ungkapnya.

Dirinya berharap di momen 100 tahun Indonesia merdeka, dengan bonus demografi pada penduduk Indonesia saat ini bisa menghasilkan generasi emas.

"Kalau generasi yang masih muda tidak dilakukan investasi di bidang pendidikan hari ini, masa tua mereka menjadi makin sengsara. Jadi investasi dan pembangunan memang tidak boleh ditunda," tukasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini