Share

Psikolog UGM Sebut Manfaat Lato-Lato Bisa Mengurangi Ketergantungan Main HP pada Anak

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 13 Januari 2023 14:46 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 13 65 2745728 psikolog-ugm-sebut-manfaat-lato-lato-bisa-mengurangi-ketergantungan-main-hp-pada-anak-4gmPY8Np3l.jpg Ilustrasi/Dok. UGM

YOGYAKARTA - Psikolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Profesor Drs. Koentjoro, M.BSc, memberikan tanggapannya terkait lato-lato yang saat ini tengah marak di publik.

Koentjoro menjelaskan bahwa ada sisi positif yang perlu dipahami oleh masyarakat permainan lato-lato bagi anak-anak.

Satu di antaranya adalah mengurangi ketergantungan anak untuk bermain gawai.

“Segi positifnya ketergantungan anak pada handphone (HP) jadi berkurang. Dulunya waktu untuk main HP sekarang ke lato-lato,” jelasnya dikutip dari laman resmi UGM, Jumat (13/1/2023).

Tak hanya itu, Koentjoro menjelaskan melalui permainan lato-lato anak-anak dapat melatih konsentrasi, ketangkasan fisik, kepercayaan diri, sosialisasi, dan lainnya.

“Lato-lato ini bisa menjadi sarana anak berolahraga, belajar konsentrasi secara murah,” tuturnya.

Follow Berita Okezone di Google News

Terkait lato-lato yang melukai anak-anak ketika memainkannya, Koentjoro menyampaikan bahwa kehadiran orang tua dalam hal ini menjadi sangat penting.

Menurutnya, peran orang tua menjadi krusial untuk memberikan pemahaman atau mengedukasi anak-anak terkait cara, aturan, hingga bahaya dari setiap permainan yang dimainkan termasuk lato-lato.

“Peran orang tua harus ada, bermain dengan aman harus diajarkan kepada anak. Aturan kapan main juga dijelaskan seperti saat memakai HP, agar tidak mengganggu lingkungan,” ucapnya.

Lalu, apakah sekolah juga perlu melarang lato-lato? Guru Besar Fakultas Psikologi UGM ini kurang setuju jika sekolah melarang lato-lato.

Sekolah di sini juga memiliki peran untuk memberikan pengertian pada siswanya akan aturan dan cara bermain lato-lato yang aman dan tidak mengganggu lingkungan.

Menurutnya, sekolah justru bisa menjadi fasilitator bagi anak dalam menyalurkan hobi bermain lato-lato.

Misalnya dengan menyelenggarakan lomba lato-lato yang tidak hanya sebagai sarana menampung hobi anak, tetapi juga mengajarkan bagaimana bermain secara jujur dan sportif.

“Sekolah mengingatkan. Bukan hanya sekedar melarang karena berbahaya atau membiarkan saja, namun anak-anak diingatkan bahaya lato-lato bagi diri sendiri dan orang lain serta kapan bisa bermain biar peka terhadap lingkungan,”paparnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini