Share

Rektor UNS Lepas Sukarelawan Sorti Kedua ke Cianjur

Natalia Bulan, Okezone · Jum'at 02 Desember 2022 16:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 02 65 2719432 rektor-uns-lepas-sukarelawan-sorti-kedua-ke-cianjur-11P20uk0ec.jpeg Rektor UNS lepas sukarelawan Sorti kedua ke Cianjur/Istimewa

SOLO - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta turut bergerak dalam upaya tanggap bencana gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat.

Usai menerjunkan sukarelawan sorti pertama pada 22 November lalu, UNS kembali memberangkatkan tim sukarelawan untuk sorti kedua.

Pemberangkatan sukarelawan sorti kedua dilakukan langsung oleh Rektor UNS, Profesor Jamal Wiwoho pada Rabu malam (30/11/2022) di Gedung dr. Prakosa UNS.

 

Rektor UNS, Profesor Jamal Wiwoho mengucapkan apresiasi terhadap kepedulian sivitas akademika dalam bencana gempa bumi di Cianjur.

Kepedulian tersebut ditandai dari antusiasme dalam memberikan bantuan, baik berupa dana maupun barang yang datang dari mahasiswa, alumni, dan swasta.

“Terima kasih atas kepedulian saudara-saudara, semoga dapat bermanfaat bagi korban terdampak gempa bumi. Saya harap para sukarelawan tetap berkoordinasi melalui grup maupun secara langsung. Tetap kenakan alat pelindung diri setiap berkegiatan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tuturnya.

Follow Berita Okezone di Google News

Wakil Rektor Riset dan Inovasi UNS, Profesor Kuncoro Diharjo mengatakan bahwa tim sukarelawan sorti kedua lebih banyak daripada sorti pertama.

Jika tim sukarelawan sorti pertama berjumlah 15 orang, tim sukarelawan sorti kedua sejumlah 20 orang.

Tim sorti kedua ditugaskan di Cianjur mulai 30 November hingga 9 Desember mendatang.

Kedua puluh orang tersebut terdiri atas beberapa elemen. Elemen yang paling banyak adalah tim medis.

Tim ini terdiri atas empat orang merupakan dokter residen yakni spesialis bedah, spesialis anak, spesialis pulmonologi paru, dan spesialis psikiatri. Selain itu, ada satu bidan, satu dokter umum, dua perawat, dan dua sukarelawan medis VAGUS.

Tim medis tersebut juga didampingi oleh tim trauma healing yang berjumlah tiga orang.

“Data yang ada di sana itu memang yang dibutuhkan masalah medis. Kedua itu healing karena kekhawatiran orang, nervous ini menjadi satu hal yang sangat dominan sehingga di tim kedua kita penguatan di tim healing,” jelas Profesor Kun.

Selain itu, ada pula tim rescue yang berjumlah empat orang. Dua di antaranya merupakan tim rescue yang berasal dari Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UNS. Pada sorti kedua ini, UNS juga mengirimkan tim forensik bangunan yang berjumlah tiga orang.

Tim forensik bangunan merupakan tim baru yang pada sorti pertama belum diterjunkan.

“Seiring dengan adanya edaran dari BMKG itu masyarakat sudah mulai disarankan untuk ke rumah masing-masing, tapi di satu sisi masyarakat was-was. Jadi harapan kami tim forensik bangunan ada tiga orang yaitu satu dosen dan dua mahasiswa itu nanti bisa mengases dan memberikan kejelasan apakah bangunan ini masih bisa dipakai atau tidak. Kalau tidak, perlu renovasi apa yang harus dilakukan. Ini satu hal yang dimiliki UNS terkait forensik bangunan,” tutur beliau.

Tidak hanya menerjunkan tim sukarelawan, UNS juga menggalang donasi untuk korban gempa bumi di Cianjur melalui UNS Peduli. Jumlah dana yang saat ini terkumpul sejumlah lebih dari Rp100 juta.

Dana tersebut sudah dibelanjakan berbagai barang untuk disalurkan kepada korban gempa bumi di Cianjur.

Lebih lanjut Profesor Kun menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan kepada korban disesuaikan dengan kebutuhan.

Tim UNS melakukan asesmen kebutuhan terlebih dahulu sebelum memberikan bantuan. Setelah melakukan asesmen, barang-barang yang dibutuhkan korban gempa bumi adalah terpal, selimut, toilet portabel, dan obat-obatan.

“Menurut info di sana,warga itu kalau malam tidurnya masih belum berani di rumah, masih di tenda. Kalau siang mereka berani di rumah. Tendanya ya tenda lapangan. Tidurnya ya tanah rumput digelar plastik atau terpal tapi setelah dilakukan asesmen itu terpalnya terbatas sehingga banyak yang alas tidurnya plastik bening saja. Akhirnya kami banyak belanja terpal sesuai dengan yang dibutuhkan di sana,” imbuh Profesor Kun.

Selain menyalurkan bantuan dana, UNS juga menyalurkan bantuan berupa barang.

Beberapa bantuan barang datang dari Dharma Wanita Persatuan (DWP) UNS, IKA UNS, dan beberapa pihak swasta.

Hingga saat ini penggalangan dana masih berlangsung. Dana yang masuk akan terus dibelanjakan untuk memenuhi kebutuhan korban gempa bumi di Cianjur.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini