Penerapan pendidikan di Metaverse tersebut, juga dapat membuat pembelajaran terpersonalisasi atau sesuai dengan capaian mahasiswa tersebut, karena capaian pembelajaran setiap anak atau mahasiswa berbeda satu sama lainnya.
“Jika disatukan dalam satu kelas biasanya terjadi ketimpangan. Bagi anak yang cepat menangkapnya merasa bosan, ketika guru fokus pada yang kemampuannya kurang dan mulai aneh-aneh. Sementara anak yang kemampuannya kurang baik, semakin tidak mengerti jika gurunya terlalu cepat. Konsep itu dikembangkan melalui Metaverse, sehingga anak atau mahasiswa dapat mengukur hasil belajarnya,” ujarnya.
(Natalia Bulan)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik