Share

Persaingan Global, Tekankan Pentingnya Berbahasa Inggris untuk Job Seeker

Natalia Bulan, Okezone · Senin 21 November 2022 11:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 21 65 2711538 persaingan-global-tekankan-pentingnya-berbahasa-inggris-untuk-job-seeker-JYVGFMZayZ.jpg Dr. David Bish Head of Academic Affairs/Istimewa

JAKARTA - Meski situasi saat ini termasuk dalam krisis perekonomian global, namun berdasarkan Laporan Indonesia Economic Prospect oleh Bank Dunia, perekonomian Indonesia diprediksi akan tumbuh sebesar 5,3% di tahun 2023.

Untuk dapat menangkap peluang pertumbuhan ini, maka pelaku bisnis dan tenaga kerja dituntut untuk mampu bersaing memperebutan peluang global. Maka dari itu, penguasaan bahasa asing seperti bahasa Inggris menjadi salah satu kunci utama untuk meningkatkan daya saing Indonesia dalam kancah global.

 BACA JUGA:5 Perbedaan Bahasa Inggris Versi Amerika dan British, dari Tata Bahasa hingga Logatnya

Terkait pentingnya kecakapan berbahasa Inggris, EF Education First, penyedia layanan pengajaran bahasa kembali meluncurkan Laporan Indeks Kecakapan Bahasa Inggris atau English Proficiency Index (EPI) 2022.

Melalui laporan ini, EF memberikan pemaparan tentang bagaimana dan di mana saja perkembangan Bahasa Inggris terjadi di dunia.

“Laporan ini menjadi upaya EF untuk memberikan tolok ukur bagi para pembuat kebijakan, komunitas, pendidik, dan pihak relevan lainnya untuk upaya pemerataan dan peningkatan kecakapan berbahasa Inggris di negara mereka," jelas Fanno Hendriawan, Operations Director EF Adults Indonesia dalam sambutan pembukaan acara Peluncuran Laporan Indeks Kecakapan Bahasa Inggris Tahun 2022 secara virtual (17/11/2022).

"Kami harap laporan ini akan terus menjadi tolok ukur dan pengingat untuk meningkatkan keterhubungan manusia melalui pemahaman Bahasa Inggris sebagai bahasa global. Semoga melalui laporan ini, kami dapat terus menjadi bagian dari perjalanan rekan-rekan dan masyarakat Indonesia dalam meningkatkan kemampuan bahasa Inggris untuk meningkatkan daya saing Indonesia di pasar kerja." tambahnya.

EF juga memaparkan pentingnya penguasaan Bahasa Inggris untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja.

“Berbagai proses dan istilah dalam dunia kerja tidak mudah dijelaskan menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris tingkat dasar. Kami percaya bahwa kemampuan bahasa Inggris dapat membantu seseorang meningkatkan daya saingnya di dunia kerja baik pada entry level atau managerial level. Kemampuan tersebut dapat mendukung proses komunikasi yang lebih kompleks di tempat kerja, membantu proses membangun relasi dengan rekan kerja dan atasan, mendapatkan kesempatan untuk merepresentasi perusahaan untuk pihak asing, mempermudah proses peningkatan skill, dan menemukan kesempatan kerja yang lebih luas,” jelas Yunita Yanti, Academic Operation Manager EF English First Indonesia.

Diketahui, Indonesia menempati peringkat 81 dari 111 negara atau turun satu peringkat dibandingkan posisinya tahun lalu.

Di Asia, Singapura masih menempati urutan teratas sementara Indonesia menempati urutan ke-15 dari 24 negara. Indonesia memiliki skor 469 dari 800 atau bertambah 3 poin dari tahun lalu yaitu 466.

Skor Indonesia berada di urutan menengah atau setara dengan tingkat B1 dalam Common European Framework for Reference. Masih sama seperti tahun lalu, skor tersebut berada dibawah rata-rata skor regional Asia atau 500.

Melalui EF EPI Report 2022, ditemukan korelasi atas pentingnya penguasaan bahasa Inggris bagi para tenaga kerja di Indonesia.

“Indonesia memiliki kondisi generation gap yang unik dibandingkan negara lain di Asia. Masyarakat 18-20 tahun memiliki tingkat kecakapan yang jauh lebih rendah dari pada kelompok 26-30 tahun. Ini menunjukan bahwa perkembangan kemampuan bahasa Inggris tidak terjadi di bangku sekolah, melainkan saat memasuki dunia kerja.” tambah Dr. David Bish, Head of Academic Affairs.

Penurunan peringkat Indonesia saat ini bisa ditingkatkan melalui pemilihan metode pembelajaran yang lebih tepat dan membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan.

EF melihat bahwa mempelajari sebuah bahasa asing membutuhkan usaha yang konsisten.

Setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda berdasarkan tingkat kefasihan dan tujuan setiap

individu. Sehingga EF berusaha untuk menerjemahkan kebutuhan tersebut ke dalam kurikulum dan metode belajar yang sesuai, efektif, dan memprioritaskan student experience.

“Misalnya, siswa di tingkat awal mampu memperkenalkan rekan kerja dalam situasi profesional, memberikan gambaran singkat tentang pengalaman kerja mereka, dan membaca kartu nama setelah mengambil kelas tersebut.” jelas Yunita.

Laporan EF EPI disusun berdasarkan data dari EF Standard English Test (EF SET) atau model tes mengukur kemampuan Bahasa Inggris lainnya yang disediakan oleh EF. EF SET adalah tes kemampuan membaca dan mendengarkan dalam bahasa Inggris.

Ini adalah tes standar dengan skor objektif yang dirancang untuk mengklasifikasikan kemampuan peserta tes ke dalam salah satu dari enam tingkat yang ditetapkan oleh Common European Framework of Reference (CEFR). Setiap skor tes dinormalisasi untuk mendapatkan persentase jawaban yang benar untuk tes tersebut sebelum digunakan untuk menentukan skor EF EPI suatu negara.

Hasilnya kemudian dirata-ratakan dan ditimbang sesuai dengan populasi masing-masing negara atau wilayah dalam setiap wilayah.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini