Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Produk SMKN 1 Cibinong Tunjukkan Taringnya, Mulai Dilirik oleh Industri-Industri Besar

Agung Bakti Sarasa , Jurnalis-Selasa, 15 November 2022 |12:52 WIB
Produk SMKN 1 Cibinong Tunjukkan Taringnya, Mulai Dilirik oleh Industri-Industri Besar
Produk SMKN 1 Cibinong, Kabupaten Bogor mulai dilirik industri besar/Agung B S
A
A
A

BOGOR - Siswa-siswi SMKN 1 Cibinong Kabupaten Bogor menunjukkan taringnya kepada industri besar.

Pasalnya, SMKN yang berada di lingkungan Cabang Dinas Pendidikan (Cadisdik) Wilayah I Jawa Barat ini mampu memproduksi kebutuhan industri sejak beberapa tahun ke belakang.

Sebuah industri besar yang menjadi langganan SMKN 1 Cibinong ini adalah PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk yang setiap tahunnya, ada produk yang dibeli oleh produsen semen ternama di Indonesia tersebut.

Hal itu terjadi setelah SMKN 1 Cibinong menyandang status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada 2019 lalu. Sejauh ini, ada tiga produk karya siswa SMKN 1 Cibinong yang digunakan untuk memproduksi semen. Ketiganya adalah V-hook Spiral, Filling Tube, dan Casing Air Slide Aeration.

Produk SMKN 1 Cibinong, Kabupaten Bogor dilirik industri besar

 

Kepala Cadisdik Wilayah I Jabar, Nonong Winarni mengatakan, V-hook Spiral adalah alat habis pakai berupa angkur berbentuk “V” berbahan Stainless. Alat ini dihasilkan oleh siswa kelas XII pada kompetensi keahlian Teknik Pemesinan.

"Fungsinya untuk menahan batu tahan api pada proses pembuatan semen," kata Nonong, Senin (14/11/2022).

Kemudian, ada Filling Tube atau alat habis pakai berupa tabung pengisi ke kantung semen. Alat ini dihasilkan oleh siswa kelas XI pada kompetensi keahlian Teknik Pemesinan dalam mata pelajaran Teknik Fabrikasi Logam.

Terakhir, ada Casing Air Slide Aeration atau alat untuk menyaring semen. Alat tersebut diproduksi pada kompetensi keahlian Teknik Pemesinan dalam mata pelajaran Teknik fabrikasi Logam di kelas XII.

"Pesanan ini setiap tahunnya sebanyak 1 unit casing air slide aeration silo blending di mana proses pengerjaannya memakan waktu selama 3 bulan dengan gabungan beberapa kompetensi dasar sehingga didapat satu produk utuh," ujarnya.

Diketahui, SMKN 1 Cibinong menerapkan Model Pembelajaran Teaching Factory (TEFA). Model pembelajaran ini mengacu pada standar dan prosedur yang berlaku di industri.

Melalui BLUD dan model pembelajaran TEFA, kata Nonong, maka produk-produk yang dibuat para peserta didik sebagai proses belajar pun bisa dipasarkan ke masyarakat.

Sebab, sistem BLUD bakal memudahkan untuk melakukan kerjasama dengan dunia industri.

Ditambah dengan 10 fleksibilitas hak yang bisa menunjang kinerja efisien dan efektifnya di SMK BLUD.

Adapun fleksibilitas SMK BLUD didapatkan dari pengelolaan barang dan jasa melalui pendapatan, pembelanjaan, pengadaan barang dan jasa, utang dan piutang, pengelolaan sumber daya manusia (SDM), penentuan kerja sama, penanaman investasi (modal), penentuan tarif layanan, silpa (defisit) dan pembiayaan untuk remunerasi pegawai.

"Sehingga hasilnya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan biaya operasional sekolah," ucapnya.

Pada mata pelajaran produktif atau kejuruan penerapan model pembelajaran Project Base Learning (PjBL) TEFA di SMKN 1 Cibinong Kabupaten Bogor tidak hanya bermitra dengan PT. Indocement Tunggal Prakarsa.

Pada kompetensi keahlian Teknik Permesian dan Teknik Fabrikasi Logam dan Manufaktur juga bekerjasama dengan anak perusahaan PT. KAI yang menghasilkan penyangga bantalan rel kereta api.

Sedangkan untuk kompetensi keahlian Rekayasa Perngkat Lunak (RPL) merancang dan mengimplementasikan pembuatan aplikasi presensi sekolah untuk kebutuhan internal.

Adapun di kompetensi keahlian Sistem Informasi Jaringan dan Aplikasi (SIJA) dan Teknik Komputer dan Jaringan bekerja sama dengan PT. Bonet dalam hal pembelajaran berbasis industri untuk layanan jasa Internet.

"Kompetensi Keahlian Teknik Otomasi Industri (TOI) bekerjasama dengan SMAN 4 Cibinong dan Toko Buku dalam pembuatan Running Text," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Cibinong, Sugiyo mengatakan, sekolah yang dia bina pun menjalin kerja sama dengan perusahaan alat berat, PT Komatsu Indonesia.

Tak ayal, SMKN 1 Cibinong yang masuk dalam kategori pusat keunggulan kini berada di peringkat satu, baik dari kategori tata kelola maupun layanan.

Selain mencetak pelajar untuk bisa menjadi SDM yang andal di industri kelak, pihaknya juga menyiapkan peserta didiknya untuk memiliki mental dan karakter young enterpreneur atau pengusaha muda.

"Pencetakan pelajar menjadi pengusaha muda atau atau sekolah pencetak wirausaha (SPW) sudah kami mulai, sedangkan menyiapkan mental dan karakter pelajarnya menjadi generasi siap kerja memang sudah menjadi ciri khasnya SMK," jelasnya.

Sugiyo menambahkan, eksistensi BLUD di SMKN 1 Cibinong sangat didukung oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat melalui Cadisdik Wilayah I Jabar.

"Dukungan mereka luar biasa, baik dalam menata kelola BLUD di SMKN 1 Cibinong. SMKN 1 Cibinong, siap menjadi rujukan atau referensi bagaimana menjadi SMK yang memiliki pusat keunggulan," tandas Sugiyo.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar, Dedi Supandi mengatakan, omset produk yang berkaitannya dengan industri kreatif pada SMK BLUD se-Jabar bisa menjadi fleksibilitas pengelolaan keuangan dalam rangka pengembangan sekolah itu sendiri.

"Hadirnya BLUD tidak sekadar diharapkan bisa turut menjadi penggerak untuk meningkatkan ekonomi. Dan menjadi pola peningkatan kemampuan siswa yang menjadikan siswa ini menjadi wirausahawan wirausahawan muda yang mandiri," kata Dedi.

(Natalia Bulan)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement