JAKARTA - Kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan alat setrika. Yap! Setrika merupakan alat untuk merapikan baju.
Setrika merupakan kata yang berasal dari bahasa Belanda yaitu “strijkijzer” yang berarti menghilangkan kerutan baju dengan alat yang dipanaskan.
Dahulu, bangsa Yunani Kuno mengenal setrika sebagai alat untuk membuat lipatan pada baju yang akan digunakan untuk upacara atau ritual tertentu di lingkungan kerajaan.
Selain bangsa Yunani Kuno, bangsa Romawi pun menggunakan alat seperti setrika yang bernama “prelum”.
Setrika digunakan dengan cara teknik pressing untuk membentuk bagian baju agar terlihat lebih rapi.
Pada awal abad pertama, bangsa Tiongkok memakai setrika yang terbuat dari wajan besi yang dengan diisi batu bara.
Kemudian wajan tersebut didiamkan sampai panas, dan selanjutnya ditekan ke baju yang akan digunakan.
Kemudian, setrika berkembang di Eropa pada abad ke-17.
Setrika tersebut terbuat dari besi tebal dengan permukaan rata yang diberi pegangan besi, saat itu setrika diberi nama “sadiron”.
Sadiron digunakan dengan cara dipanaskan terlebih dahulu di depan kompor atau perapian. Jika sudah panas, sadiron dapat digunakan untuk merapikan baju dari lipatan-lipatan.
Namun terdapat kelemahan pada setrika abad ke 17 ini, yaitu pegangan sadiron yang ikut memanas ketika sedang disimpan di depan kompor atau perapian, sehingga menyusahkan si pengguna.
Kemudian seorang ibu rumah tangga yang berasal dari Lowa, Mary Florence Potts menemukan setrika cetak (cast iron).
Setrika tersebut ditemukan dari inovasi sadiron, ujungnya dibuat runcing untuk memudahkan pengguna ketika mendorong bagian baju yang terlipat.
Beberapa tahun kemudian, Mary Florence Potts menemukan penemuan baru. Mary berhasil membuat pegangan sadiron dapat dilepas, sehingga pegangan tersebut tidak akan ikut panas ketika sedang dipanaskan.
Pada abad ke 19, Eropa baru menemukan setrika yang diisi oleh batu panas. Penemuan itu tentunya sangat jauh tertinggal dari kebudayaan Tiongkok yang sudah menemukannya pada awal abad pertama masehi.
Kemudian, penemuan setrika di Eropa berkembang dan ditemukannya setrika listrik pada abad ke 19.
Namun penggunaan setrika listrik saat itu belum banyak dilakukan oleh masyarakat karena tidak semua rumah memiliki aliran listrik.
Seiring berjalannya waktu, penggunaan setrika listrik baru dilakukan di abad 20, dengan penemuan baru, yaitu setrika dengan pengaturan suhu.
(Natalia Bulan)