Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Burung Godwit, Pemecah Rekor Terbang Terlama Sejauh 13.560 Km Terancam Punah

Rifqa Nisyardhana , Jurnalis-Rabu, 02 November 2022 |15:32 WIB
Burung Godwit, Pemecah Rekor Terbang Terlama Sejauh 13.560 Km Terancam Punah
Burung Godwit/Unsplash
A
A
A

JAKARTA - Pemecah rekor baru, seekor burung godwit berhasil terbang migrasi non-stop sejauh 13.560 km yang memakan waktu 11 hari satu jam.

Burung tersebut melintasi Alaska sampai ke Teluk Ansons, Tasmania.

Kemampuan burung ini mengejutkan. Hal ini membuat para ilmuwan dan pecinta lingkungan menyoroti ancaman kelangsungan hidup dari burung godwit.

Godwit merupakan salah satu spesies burung yang berkembang biak saat musim panas singkat di Alaska.

Setelah itu, mereka akan pergi saat musim dingin. Beberapa dari mereka pergi ke daerah tropis dan ada pula yang pergi ke Australia atau Selandia Baru.

 BACA JUGA:Sejumlah Fakta Unik Burung Unta, Hewan dengan Mata Lebih Besar daripada Otaknya

Namun, alih-alih ke sana, seekor burung godwit yang telah dilacak malah membelokkan dirinya ke Laut Tasman dan mendarat di Tasmania.

“Subspesies baueri godwit memiliki jangkauan luas di pesisir timur Australia, tetapi Tasmania jauh dari tempat berkembang biak mereka. Akibatnya, jika rekor baru dipecahkan, itu tidak mungkin banyak,” ujar BirdLife Australia, Sean Dooley yang dikutip dari IFLScience.

Perjalanan ini menjadi sesuatu yang epik karena burung godwit tidak berhenti selama di rute migrasi.

Akibatnya, burung ini termasuk ke dalam spesies terancam punah karena rute mereka berdampak buruk.

Alhasil, pelacakan satelit pada burung berhasil mengubah pengetahuan tentang rute migrasi mereka.

“Dulu kami mengira mereka berhenti di rute, tetapi tidak banyak tepat untuk mendarat,” tambah Dooley.

Pelacak pun tidak dapat menjawab misteri besar tentang bagaimana burung godwit mengetahui ke mana mereka harus bermigrasi.

Dooley mengatakan bahwa burung godwit pasti responsif terhadap kondisi atmosfer.

Ada beberapa kawanan burung yang menuju Moreton Bay dan mundur karena menghadapi cuaca buruk.

Burung godwit memakan ulat bulu dan moluska yang hidup di lumpur hana basah pesisir.

Mereka menumpuk banyak lemak sampai harus mengecilkan organ pencernaan ketika siap untuk terbang.

Godwit dewasa akan meninggalkan Alaska 4-6 minggu lebih awal dari kawanan muda. Tidak diketahui manfaat dari perjalanan awal mereka.

Akan tetapi, hal ini membuat persaingan mendapatkan makanan lebih sedikit bagi para godwit muda.

Mereka dapat lebih berkesempatan untuk mendapatkan makanan sebelum perjalanan epik mereka dimulai.

(Natalia Bulan)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement