Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sejarah Homeschooling di Indonesia, Apa Saja Keuntungannya?

Ajeng Wirachmi , Jurnalis-Minggu, 30 Oktober 2022 |06:15 WIB
Sejarah Homeschooling di Indonesia, Apa Saja Keuntungannya?
Ilustrasi/Unsplash
A
A
A

JAKARTA - Homeschooling atau bersekolah di rumah adalah salah satu proses belajar anak-anak yang lazim dilakukan di banyak negara, termasuk Indonesia.

Metode ini umumnya diterapkan bagi anak-anak yang sudah memiliki kesibukan sejak dini, seperti aktris dan atlet, yang tak punya cukup waktu untuk bersekolah di institusi sekolah formal.

Selain itu, anak dengan kondisi khusus, seperti penderita Obsessive Compulsive Disorder (OCD), disleksia, dan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) juga disarankan untuk bisa mengikuti homeschooling.

Lantas, bagaimana sebenarnya sejarah homeschooling di Indonesia?

Melansir buku ‘Homeschooling Kajian Teoritis dan Praktis’ karya Pujiyanti Fauziah, dkk (2019), homeschooling sebenarnya sudah dilakukan jauh sebelum adanya sistem pendidikan Barat yang dibawa oleh pemerintah kolonial.

Contohnya adalah pesantren, di mana para kyai, tuan guru, dan buya mendidik anak-anaknya sendiri secara khusus.

Seiring berjalannya waktu, homeschooling di Indonesia dipengaruhi akses informasi yang sangat terbuka lebar.

Orangtua juga semakin banyak memiliki pilihan demi memberikan pendidikan terbaik bagi anaknya.

Namun demikian, informasi lengkap mengenai perjalanan homeschooling di Indonesia belum bisa ditemukan lantaran jarangnya kajian yang dilakukan.

Pamor homeschooling mulai menanjak di era 1990-an. Kemudian, pada 2006, sejumlah tokoh dan praktisi pendidikan, seperti Seto Mulyadi, mendirikan Asosiasi Sekolah Rumah dan Pendidikan Alternatif (Asah Pena).

Kehadiran Asah Pena adalah untuk mengoordinasi kegiatan persekolahan di rumah dan pendidikan alternatif yang ada di Indonesia.

Dalam Jurnal Visipena (2019) bertajuk ‘Homeschooling: Pendidikan Alternatif di Indonesia’, homeschooling ditegaskan sebagai wujud negara menyediakan pendidikan alternatif.

Pendidikan alternatif ini mampu berfungsi sebagai suplemen, substitusi, dan mampu menggantikan pendidikan jalur sekolah. Sebab, tidak semua masyarakat mampu mengikuti pendidikan formal.

Mengenai legalitas, homeschooling diakui berdasarkan UU No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dalam UU tersebut, ada tiga jalur pendidikan yang diakui yaitu jalur pendidikan formal (sekolah), jalur pendidikan nonformal (kursus, pendidikan kesetaraan), dan jalur pendidikan informal (pendidikan oleh keluarga dan lingkungan).

Homeschooling termasuk dalam kategori yang ketiga, yaitu jalur pendidikan informal.

Secara umum, homeschooling dibagi atas 3 konteks. Pertama, homeschooling tumbuh di keluarga dengan ekonomi menengah ke atas.

Rata-rata, mereka menjadikan homeschooling sebagai alternatif atas sulitnya membebaskan sekolah formal dari praktik pengekangan hak tumbuh dan kembang anak.

Prinsip multi kecerdasan juga sangat diperhatikan, sehingga tidak memandang aspek akademik sebagai hal paling utama.

Kedua, konteks homeschooling tumbuh di lingkup keluarga miskin yang tidak memiliki biaya untuk menyekolahkan anaknya.

Maka dari itu, keberadaan homeschooling pada keluarga miskin tidak didasarkan pada pemahaman yang mendalam.

Terakhir, homeschooling dilakukan bagi anak-anak dengan aktivitas dan kesibukan tinggi, sehingga tidak bisa mengikuti pendidikan formal.

Homeschooling memiliki kelebihan dan kekurangan apabila dibandingkan dengan sekolah formal.

Melansir laman Klik Dokter, beberapa keuntungan homeschooling adalah mampu memilih kurikulum dan menyusun jadwal sendiri, meminimalisir terjadinya perundungan pada anak, dan biaya sekolah dapat disesuaikan dengan kemampuan finansial.

Di sisi lain, kelemahan homeschooling adalah peluang anak kurang bersosialisasi karena terbiasa belajar sendiri dan kewajiban orangtua untuk menyusun kurikulum anak di usia yang berbeda-beda.

Meskipun demikian, metode belajar homeschooling semakin dilirik dan diminati karena lebih fleksibel.

(Natalia Bulan)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement