Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Asal-usul Pulau Sumatera

Insan Kamil Rizqilillah , Jurnalis-Sabtu, 29 Oktober 2022 |14:57 WIB
Asal-usul Pulau Sumatera
Pulau Sumatera/Wikipedia
A
A
A

Marsden memandang Percha sebagai salah satu yang ganjil karena mengingatkan pada robekan layar kapal.

Namun kata tersebut bisa dibilang masuk akal, jika mengacu kepada patahan daratan di sisi timur.

Seorang musafir dari Tiongkok yang bernama I-tsing (634-713) yang bertahun-tahun menetap di Sriwijaya (Palembang sekarang) pada saat abad ke 7, menyebut Pulau Sumatera dengan nama chin-chou yang memiliki arti ‘negeri emas’.

Dalam berbagai prasasti, istilah Suwarnadwipa dan Suwarnabhumi yang telah disebutkan. Sumatera disebut dengan Suwarnadwipa (pulau emas) dan Suwarnabhumi (tanah emas).

Nama-nama tersebut digunakan dalam naskah-naskah India sebelum Masehi.

Dalam naskah Buddha yang paling tua diceritakan pelaut-pelaut India menyeberangi Teluk Benggala ke Shuwarnabhumi.

Sementara itu para musafari Arab menyebut Sumatera dengan nama Serendib (tepatnya Suwarandib).

Kata tersebut adalah penyalinan dari Suwarnadwipa. Abu Raihan Al-Biruni, seorang ahli geografi asal Persia yang mengunjungi Sriwijaya pada 1030, mengatakan bahwa negeri Sriwijaya terletak di pulau Suwarandib.

Namun ada juga yang menerjemahkan Serendib dengan Srilangka dan tidak pernah disebut Suwarnadwipa.

Dikalangan bangsa Yunani purba, Sumatera telah dikenal dengan nama Taprobana.

Klaudios Ptolemaios, ahli geografi Yunani abad kedua Masehi, tepatnya tahun 165, menggunakan nama Taprobana Insul.

Naskah Yunani pada tahun 70, Periplous tes Erythras Thalasses mengungkapkan bahwa Taprobana juga dijuluki chryse nesos yang berarti pulau emas.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement