Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Haru Pesantren Tunarungu Membaca Al-Qur'an Tanpa Suara

Galih Wisma , Jurnalis-Jum'at, 21 Oktober 2022 |11:32 WIB
Kisah Haru Pesantren Tunarungu Membaca Al-Qur'an Tanpa Suara
Suasana menghafal Al-Qur'an di Pondok Pesantren Darul A'shom/Galih W
A
A
A

Selain Pendidikan Agama dan Pendidikan Formal, diajarkan pula olahraga memanah, bela diri, dan pola hidup mandiri dengan belajar memasak serta menjaga kebersihan lingkungan.

Keberadaan Ponpes Darul A'shom ini tentu menjadi angin segar bagi penyandang tunarungu di Indonesia.

"Awalnya saya bertemu tunarungu 13 tahun yang lalu, saya melihat bagaimana tunarungu ternyata agamanya dasar sekali, bahkan bisa dibilang tak kenal agama mereka ini. Karena setelah saya lihat, mereka belum pernah belajar agama dari ustaz yang bisa (bahasa) isyarat sehingga mereka tidak mengenal agama," jelas Ustaz Abu Kahfi, Pengasuh Pondok Pesantren Darul A'Shom.

"Mulai saat itu saya mulai termotivasi, merasa risau melihat bagaimana masa depan mereka di dunia dan di akhirat, terutama masalah agamanya. Maka sejak saat itu saya berniat, nazar kepada diri saya dan keluarga saya, mengabdikan hidup kita ini untuk tunarungu,"

Pondok ini merupakan Pondok Pesantren pertama di Indonesia yang menerapkan konsep mondok bagi difabel tunarungu dan tunagrahita.

Para orangtua yang memondokkan anaknya di sini pun berharap anaknya dapat mandiri dan dapat belajar ilmu agama seperti anak-anak pada umumnya.

"Saya baru menemukan ini pendidikan agama dengan bahasa Isyarat dan saya juga sangat-sangat berterima kasih atas pondok ini ya. Ini Mungkin bukan hanya saya, tapi orangtua lainpun juga sangat-sangat senang dengan kehadiran pondok ini," ungkap Tukini, orangtua santri.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement