Share

Jalin Sinergi dengan Korea Selatan, Menag Percaya Dapat Majukan Cyber Islamic University di Indonesia

Widya Michella, MNC Media · Selasa 18 Oktober 2022 10:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 18 65 2689257 jalin-sinergi-dengan-korea-selatan-menag-percaya-dapat-majukan-cyber-islamic-university-di-indonesia-YjskyiKiYe.jpg Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas jalin sinergi dengan Cybar Hankuk of Foreign Studies, Korea Selatan/Dok. Kemenag

JAKARTA - Menteri Agama (Menag) RI, Yaqut Cholil Qoumas meneguhkan langkah strategis dalam memajukan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

Diketahui Menag telah menjalin sinergi dengan Cyber Hankuk of Foreign Studies, Korea Selatan.

Komitmen sinergi ini ditegaskan bersama dalam pertemuan Menag Yaqut dengan President Cyber Hankuk of Foreign Studies Profesor Jang Jiho, di Seoul, Korea Selatan, Senin (17/10/2022).

Hadir Direktur Cyber ​​Hankuk of Foreign Studies untuk Kerja Sama Internasional Profesor Jin Jeongran, dan Dekan Departemen Studi Indonesia Dr. Im Youngho.

Turut dalam pertemuan Wakil Duta Besar Republik Indonesia, Zelda Wulan Kartika dan Atase Kebudayaan dan Pendidikan Gogot.

"Ketika Presiden Indonesia Joko Widodo mengangkat saya sebagai Menteri Agama pada Desember 2020, saya meluncurkan program prioritas Cyber ​​Islamic University. Universitas ini menjadi jembatan untuk mengamankan prinsip pendidikan untuk semua, khususnya aksesibilitas bagi seluruh rakyat Indonesia dalam mengakses pendidikan tinggi," ujar Menag dalam keterangan, Senin (17/10/2022).

"Saya sangat percaya bahwa pertemuan ini akan membawa hasil demi membangun jembatan memajukan Cyber Islamic University," tutur dia.

Follow Berita Okezone di Google News

Menag Yaqut menyampaikan tugas Kementerian Agama (Kemenag) mencakup dua hal besar.

Pertama, urusan yang berkaitan dengan kehidupan dan kerukunan umat beragama. Kemenag harus memastikan kerukunan umat beragama di Indonesia yang majemuk.

Kedua terkait dengan pendidikan agama dan keagamaan. Dalam bidang pendidikan agama dan keagamaan, Kementerian Agama membina 38 ribu lebih pondok pesantren, 83.500 madrasah, serta ratusan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, baik dalam bentuk sekolah tinggi, institut, maupun universitas.

Kemenag juga membina perguruan tinggi keagamaan Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu. Lembaga pendidikan ini berada hampir di seluruh kota dan pulau di Indonesia dengan berbagai tantangan geografis, dari pusat kota hingga pulau-pulau terpencil.

"Dengan tantangan-tantangan ini, saya percaya bahwa yang dibutuhkan Indonesia adalah “jembatan”. Indonesia membutuhkan “jembatan” untuk menjaga keragaman. Indonesia membutuhkan “jembatan” untuk menjamin aksesibilitas dan kesetaraan dalam pendidikan," kata Menag.

“Jembatan masa depan bukan tampak secara fisik namun teknologi. Kita membutuhkan teknologi yang menjamin aksesibilitas dan kualitas pendidikan terbaik bagi semua orang," kata dia.

Dengan demikian, Menag berharap, jembatan yang dibangun bersama dengan Cyber Hankuk University, Korsel, dapat mengamankan kemanusiaan dan menguntungkan dua negara.

"Saya berharap kerja sama yang erat antara Kementerian Agama dan Cyber Hankuk University segera terealisasi,"ujar Ketum GP Ansor ini.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini