Share

Atap Kelas SDN Bunisari I Runtuh, DPRD Garut Desak Pemerintah Tambah Jumlah Perbaikan Sekolah

Fani Ferdiansyah, Koran Sindo · Rabu 05 Oktober 2022 07:48 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 05 624 2680829 atap-kelas-sdn-bunisari-i-runtuh-dprd-garut-desak-pemerintah-tambah-jumlah-perbaikan-sekolah-LDRQtjRuyM.jpg Kondisi kelas SDN Bunisari yang atap kelasnya runtuh/Fani F

GARUT - DPRD Kabupaten Garut mendesak pemerintah daerah untuk menambah jumlah ruang kelas SD yang dilaporkan mengalami kerusakan berat.

Desakan ini muncul setelah kondisi bangunan kelas tidak layak di Kabupaten Garut mulai memakan korban.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Garut Yudha Puja Turnawan menyampaikan keprihatinannya atas insiden ambruknya atap salah satu ruang kelas di SDN Bunisari I Malangbong.

Ia menyatakan peristiwa tersebut merupakan dampak langsung dari tidak layaknya suatu ruangan belajar.

"Kejadian itu benar-benar sudah menimbulkan korban dari anak-anak. Bagaimanapun, kondisi bangunan yang tidak layak sangat mengancam keselamatan jiwa anak-anak didik," ujar Yudha Puja Turnawan, pada MNC Portal Indonesia, Selasa (4/10/2022).

Berdasarkan data yang ia peroleh dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut, jumlah ruang kelas yang mengalami rusak berat per September 2022 lalu mencapai sebanyak 985 unit.

Data ini, lanjutnya, merinci bahwa total jumlah ruang kelas di seluruh Garut tercatat sebanyak 9.504 unit, dari 1.535 SD.

"Dari jumlah ruang kelas 9.504 tersebut sekitar 4.718 dalam kondisi baik, 1.785 ruang kelas kondisinya rusak ringan, 2.016 kondisinya rusak sedang, dan rusak berat 985 unit kelas," benernya.

Banyaknya ruang kelas yang rusak ini, tambah Yudha, sewaktu-waktu dapat mengancam keselamatan anak kembali.

Ketua DPC PDI-P Kabupaten Garut ini pun meminta pemerintah untuk serius memperbaiki jumlah ruang kelas rusak dengan menambah jumlah porsi perbaikan.

"Kondisi perbaikan eksisting tahun ini di seluruh Garut hanya untuk 15 unit ruang kelas saja, lalu di tahun 2023 mendatang hanya akan memperbaiki 25 ruang kelas. Bagaimana pun juga kondisi ancaman terhadap anak-anak masih sangat tinggi mengingat jumlah kelas yang diperbaiki cuma sedikit," ungkapnya.

Ketua Fraksi PDI-P ini pun akan melakukan berbagai upaya agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut meningkatkan alokasi anggaran untuk rehabilitasi ruang kelas yang rusak berat.

Sebab nilai dana yang dianggarkan oleh Pemkab Garut untuk memperbaiki ruang kelas rusak, lanjut Yudha, sangat minim bila dibandingkan dengan total keseluruhan anggaran.

"APBD Garut Tahun Anggaran 2022 ini yang jumlah sekitar Rp4,88 triliun, pemkab garut hanya mengalokasi rehabilitasi 15 ruang kelas di 12 SD. Tentunya dengan mempertimbangkan ancaman keselamatan siswa, jumlah ruang kelas yang mesti diperbaiki bertambah," katanya.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini