Share

Jejak Pendidikan Elon Musk, Sosok Terkaya di Dunia

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Senin 03 Oktober 2022 06:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 02 624 2679212 jejak-pendidikan-elon-musk-sosok-terkaya-di-dunia-i7IRbqt5zF.jpg Elon Musk/Reuters

JAKARTA - Elon Musk kini didapuk sebagai orang terkaya di dunia. Dalam data real time Forbes, kekayaan Musk mencapai USD 456 miliar atau sekitar Rp6.908 triliun.

Harta berangka fantastis ini Musk dapatkan dari perusahaan-perusahaan yang telah dia bangun seperti Tesla, SpaceX, dan Boring Company.

Elon Musk sendiri mempunyai 25% saham Tesla, namun lebih dari setengah sahamnya tersebut dia jadikan jaminan untuk peminjaman di bank.

Namun begitu, tidak diketahui berapa jumlah utang yang dimiliki CEO Tesla tersebut.

Selain kekayaannya, kehidupan eksentrik ayah dari X Æ A-XII ini juga cukup menarik untuk dikulik.

Dikenal sebagai orang yang inovatif, Elon Musk rupanya juga merupakan lulusan universitas ternama di dunia, yaitu University of Pennsylvania.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai riwayat pendidikan Elon Musk, berikut rangkuman informasi yang telah dihimpun dari berbagai sumber.

Profil Elon Musk

Pria bernama lengkap Elon Reeve Musk ini lahir di Pretoria, Afrika Selatan pada 28 Juni 1971.

Ayahnya, Errol Musk, adalah seorang pengusaha asal Afrika Selatan yang berkiprah pada bidang real estate.

Sedangkan ibunya, Maye Haldeman, adalah seorang model dan ahli diet asal Kanada.

Meskipun Elon Musk adalah anak dari seorang konglomerat, kehidupan masa mudanya tidaklah mudah, terlebih lagi saat kedua orangtuanya bercerai.

Dia menghabiskan masa kecilnya bersama sang ayah di Afrika Selatan. Kemudian pada usia 17 tahun tepatnya di tahun 1989, Elon Musk memutuskan untuk keluar dari rumah dan pindah ke Kanada.

Dia melakukan hal itu untuk menghindari wajib militer di Afrika Selatan dan mencari peluang ekonomi yang lebih baik.

Di Kanada, Musk tinggal bersama sepupunya di sebuah desa kecil kawasan Saskatchewan. Selama itu, dia terus melakukan kerja serabutan dengan gaji kecil.

Salah satu pekerjaan yang pernah diambil Musk adalah pembersih ruang kartel dari pabrik kayu.

Meskipun memiliki tingkat risiko yang tinggi, saat itu Musk hanya digaji USD18 atau setara dengan Rp273 ribu per jamnya.

Riwayat Pendidikan Elon Musk

Bakat teknologi Musk sudah terlihat sejak dirinya kecil. Di usia 12 tahun, Musk telah membuat software berupa video game dan dan berhasil menjualnya seharga USD500 ke majalah komputer.

Musk menempuh pendidikan menengahnya di Pretoria Boys High School, Afrika Selatan dan lulus pada 1988.

Walaupun memiliki otak yang jenius, Musk bukanlah anak yang populer. Dia dikenal sebagai anak yang pendiam dan kutu buku.

Bahkan, Musk mengalami perundungan selama masa sekolahnya di Afrika Selatan.

Setelah lulus SMA, Musk bermigrasi ke kampung halaman ibunya, Kanada.

Di sana dia melanjutkan pendidikannya di Queen's University di Kingston, Ontario. Musk hanya menempuh dua tahun pendidikan di Queen's University sebelum dipindahkan ke University of Pennsylvania.

Di sanalah Musk berhasil menyelesaikan gelar Bachelor of Science di bidang Fisika. Di samping itu, Musk juga menerima gelar BA di bidang ekonomi dari Wharton School.

Musk yang lulus pada tahun 1997 ini memutuskan untuk kembali melanjutkan pendidikannya ke jenjang pascasarjana.

Dia mengambil program pascasarjana Teknik Material Science di Universitas Stanford, California.

Namun setelah dua hari berjalan, Musk memilih untuk keluar dan memfokuskan dirinya untuk mendirikan perusahaan IT.

Bersama saudaranya, Kimbal Musk, Elon Musk mendirikan perusahaan pertamanya yang bernama Zip2, sebuah perusahaan yang menyediakan software untuk surat kabar online.

Pada tahun 1999, Zip2 diakuisisi oleh Compaq seharga USD307 juta. Uang hasil penjualanan Zip2 Musk gunakan untuk membangun X.com yang menjadi cikal bakal dari PayPal.

Tidak berhenti sampai di situ, Musk kembali membangun sebuah perusahaan transportasi luar angkasa, SpaceX, pada tahun 2002.

Dia juga membangun Tesla pada tahun 2003, diikuti oleh Neuralink pada 2016, dan The Boring Company di tahun berikutnya.

1
4

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini