Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Polinema Malang Kembangkan Pembangkit Listrik Hybrid Bertenaga Angin dan Sinar Matahari Pertama di Indonesia

Avirista Midaada , Jurnalis-Senin, 19 September 2022 |18:24 WIB
Polinema Malang Kembangkan Pembangkit Listrik Hybrid Bertenaga Angin dan Sinar Matahari Pertama di Indonesia
Pembangkit listrik hybrid yang dikembangkan Polinema Malang/Avirista Midaada
A
A
A

MALANG - Pembangkit listrik tenaga angin dikembangkan oleh Politeknik Negeri Malang (Polinema) sebagai sumber energi alternatif.

Menariknya pengembangan pembangkit listrik ini dipadukan dengan solar cell atau pembangkit tenaga surya, dengan sistem hybrid.

Terdapat dua instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dipadukan dan terpasang di lingkungan kampus.

Satu pembangkit listrik tenaga angin terpasang di dekat gedung perkuliahan bertipe Savonius 100 watt dan tenaga surya sebesar 200 watt, sedangkan satu lagi terpasang di dekat lapangan kampus bertipe Darrieus dengan 100 Watt dan 200 Watt.

Satu PLTB dan PLTS yang terpasang secara hybrid di dekat gedung perkuliahan memiliki tinggi tiang sekitar 10 meter lebih.

Di atasnya terdapat tiga meter turbin yang menggerakkan generator yang nantinya akan menjadi sumber listrik dan akan tersimpan di baterai.

Pemeliharaan rutin pun kerap dilakukan oleh para mahasiswa dan tim riset.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement