Share

Regulasi Terbaru Kemendikbudristek untuk Jembatani Pelajar SMA ke PTN

Carlos Roy Fajarta, · Rabu 07 September 2022 10:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 07 65 2662466 regulasi-terbaru-kemendikbudristek-untuk-jembatani-pelajar-sma-ke-ptn-ZVvTFDDvAH.jpg Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim/Okezone

JAKARTA - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menyebutkan pihaknya telah semakin menyempurnakan regulasi terkait ujian seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Hal ini ia jelaskan di dalam Merdeka Belajar episode 22: Transformasi Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri yang digelar secara daring, Rabu (7/9/2022).

Awalnya ia mengungkapkan ada sebanyak 140 ribu sekolah telah mengadopsi kurikulum Merdeka.

Untuk pendidikan tinggi beberapa hal seperti hak belajar di luar kampus, KIP Kuliah, pelibatan praktisi, mekanisme pendanaan PTN dikalim Nadiem Makarim akan jauh lebih baik lagi.

Nadiem Makarim menjelaskan pihaknya telah menyempurnakan mekanisme yang sudah ada dengan menekankan pada pembelajaran menyeluruh, kemampuan penalaran, inklusif mengakomodasi keragaman (tidak diskriminatif), transparan, terintegrasi dengan program sarjana, D3 dan D4.

Untuk masuk ke PTN kata Nadiem ada tiga jalur yakni Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNMPTN), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes, dan Seleksi Secara Mandiri oleh PTN.

"Pada SNMPTN kita menambahkan kriteria minimal 50 persen kriteria adalah nilai rapor secara keseluruhan. Sisanya komponen penggali minat dan bakat (nilai rapor dari dua mata pelajaran pendukung untuk prodi tersebut, atau prestasi, atau portofolio untuk prodi seni dan olahraga)," ungkap Nadiem Makarim.

Sehingga kata Nadiem, setiap murid masih mementingkan pembelajaran dia di jenjang sekolah menengah dan tidak mengabaikan mata pelajaran lainnya. Tapi PTN bisa menentukan komposisi persentase komponen 1 dan 2 dengan total 100 persen maupun sub komponen minat bakat.

"Dengan kebijakan ini maka para peserta didik dapat terdorong untuk berprestasi di seluruh mata pelajaran dan tetap dapat mengeksplorasi minat dan bakatnya. Ada keseimbangan antara meraih raport keseluruhan secara baik, namun ada area fokus spesialitas dari peserta didik," tutup Nadiem Makarim.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini